web analytics
  

Sarang Elang Botak Terlihat Kembali setelah 100 Tahun di Wilayah Ini

Selasa, 2 Juni 2020 02:00 WIB
Umum - Internasional, Sarang Elang Botak Terlihat Kembali setelah 100 Tahun di Wilayah Ini, Elang Botak, hewan terancam punah, Amerika serikat

Sarang Elang botak. (Mass.gov)

MASSACHUSETTS, AYOBANDUNG.COM -- Sarang elang botak (Haliaeetus leucocephalus) kembali ditemukan di Cape Cod, Massachusetts. Sarang terakhir ditemukan pada 1905 ketika para ahli satwa liar mengumumkan populasi spesies elang botak tengah terancam punah.

Menurut Divisi perikanan dan Margasatwa (MassWildlife) Massachusetts, sebanyak lebih dari 70 sarang yang terdokumentasi telah ditemukan di seluruh negara bagian. Sembilan sarang di antaranya belum pernah dilaporkan.

Di antara yang paling terkenal adalah sarang Barnstable. Sebelumnya, sarang terakhir dengan telur ditemukan di Kota Sandwich itu pada 1905.

Ketika populasi elang terus tumbuh, tantangan baru muncul ketika pasangan (elang) mencoba membangun wilayah baru. Elang ini memiliki pesaing teritorial seperti osprey dan elang lain yang bertarung untuk membuat sarang dan habitat lain yang saling menguntungkan, tulis MassWildlife dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari IFL Science, Senin (1/6/2002).

Status elang botak diturunkan dari spesies yang terancam menjadi spesies dalam perhatian khusus dalam daftar Undang-Undang Spesies Terancam Punah Massachusetts pada 2012 dan dihapus dari daftar Spesies Terancam Punah Federal pada 2007.

Spesies ini menghadapi kepunahan pada pergantian abad setelah dibunuh oleh para pemburu ilegal dan menghadapi pemusnahan lebih lanjut karena hilangnya habitat dan keracunan dari penggunaan pestisida DDT secara luas pada 1950-an dan 60-an.

Umumnya, setelah elang yang telah berpasangan memilih lokasi bersarang dengan jangkauan yang tinggi, pasangan akan membangun sarang berukuran 3,7 meter kali 2,5 meter menggunakan tongkat atau ranting. Pasangan elang ini akan kembali setiap tahun untuk bertelur sebanyak satu hingga tiga telur di musim semi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers