web analytics
  

Pedagang Positif Covid-19, Pasar di Kabupaten Cirebon Akan Ditutup Rabu

Senin, 1 Juni 2020 11:39 WIB Erika Lia

[Ilustrasi] Sejumlah pedagang menjajakan barang dagangannya di depan pusat perbelanjaan Pasar Baru, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Jumat (22/5/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMBER, AYOBANDUNG.COM – Seorang pedagang di Pasar Pabuaran, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, terkonfirmasi Covid-19 hasil tes swab massal beberapa waktu lalu. Karena itu, pasar tersebut direncanakan ditutup selama 3 hari.

Juru bicara Pusat Data dan Informasi Covid-19 Kabupaten Cirebon yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana menyebut, penutupan pasar akan dimulai Rabu (3/5/2020).

AYO BACA: Pasar Cisalak Depok Ditutup Usai 4 Pedagang Positif Covid-19

AYO BACA: Sebelum Meninggal, Pedagang Pasar di Bogor Tularkan Covid-19 ke Istri

AYO BACA: Pulang Pergi Jakarta, Pedagang Sayur Positif Covid-19 dari Indramayu Meninggal

"(Pasar Pabuaran) ditutup mulai Rabu ini selama tiga hari," katanya, Senin (1/6/2020).

Penutupan Pasar didasarkan pada hasil musyawarah desa (musdes). Pengambilan keputusan melalui musdes mengingat pasar tersebut milik Pemerintah Desa Pabuaran.

Dia memastikan, penutupan sesuai Undang Undang Wabah Nomor 4 Tahun 1984 yang mengharuskan langkah karantina bila ditemukan kasus wabah.

"Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata dia.

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

Kasus pedagang terkonfirmasi Covid-19 di Pasar Pabuaran sendiri telah menambah jumlah pasien positif di Kabupaten Cirebon menjadi 13 orang. 

Sebelumnya, dua pedagang Pasar Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terkonfirmasi Covid-19. Akibatnya, Pasar Sumber pun ditutup sementara.

Kasus tiga pedagang yang terkonfirmasi positif ditemukan setelah otoritas penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon melakukan tes swab massal di pasar-pasar tradisional se-Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

Dari kasus pedagang Pasar Pabuaran sendiri, Nanang menyebut, hingga sejauh ini sudah 42 orang yang ditelusuri telah berkontak dengan sang pasien.

"Hasil tracing sampai pagi ini sudah 42 orang (yang berkontak erat dengan pedagang tersebut)," ujarnya.

Mereka terdiri atas keluarga, sesama pedagang, maupun pembeli. Menindaklanjuti itu, pihaknya berencana melaksanakan tes swab-RT PCR massal pada Selasa (2/6/2020) pagi.

Sasarannya dipilih secara acak bagi 300 orang yang berada di Pasar Pabuaran, baik di Desa Pabuaran Lor, Desa Pabuaran Kidul, dan Desa Pabuaran Wetan.

AYO BACA: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

Diketahui, pedagang Pasar Pabuaran yang terkonfirmasi sebagai pasien Covid-19 ke-13 merupakan seorang perempuan berusia 53 tahun.

Wakil Ketua Divisi Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon sekaligus Kepala Bagian Humas Pemkab Cirebon, Nanan Abdul Manan menyebut,  pasien tersebut terdeteksi positif dari tes swab massal di pasar tradisonal yang digelar pada 28 Mei 2020.

"Sampel diperiksa dengan metode RT-PCR pada 29 Mei malam dan pada 30 Mei pagi hasilnya diketahui positif," kata Nanan.

Pasien saat ini menjalani isolasi di rumah sakit dengan gejala klinis lemas, mual, dan nyeri otot.

Pihaknya mengingatkan, pasar merupakan pusat keramaian atau kerumunan orang, sehingga potensi penularan Covid-19 tergolong tinggi.

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

AYO BACA: Waspadai, Ini 5 Gejala Positif Corona Covid-19 yang Tidak Umum

AYO BACA: LIPI Rilis Daftar Produk Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Disinfektan

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan selalu memakai masker, menghindari tempat keramaian, selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, selalu membawa cairan pembersih tangan, jaga jarak, dan jaga stamina dengan makan serta istirahat yang cukup," katanya.

Dari total 13 pasien Covid-19, hingga 1 Juni 2020 tercatat dua pasien meninggal dunia. Lima pasien masih dirawat dan 6 pasien dinyatakan sembuh.

Sementara itu, total pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat 57 pasien dengan sembilan orang di antaranya meninggal dunia. Dari 57 pasien, dua pasien masih dalam pengawasan dan 46 orang sisanya selesai diawasi.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/N39ww5c-xdc" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sejauh ini 203 orang, dengan delapan orang di antaranya meninggal dunia. Tujuh orang terdata masih dalam pemantauan dan 188 orang dinyatakan selesai dipantau.

Otoritas setempat juga mendata jumlah orang tanpa gejala (OTG) 110 orang. Dari jumlah itu, 38 orang di antaranya masih dalam pemantauan tim kesehatan.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers