web analytics
  

5 Perbatasan Tasikmalaya Dijaga Ketat Selama New Normal

Senin, 1 Juni 2020 08:13 WIB

Ilustrasi penutupan jalan saat PSBB. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Tasikmalaya memutuskan untuk menerapkan fase kenormalan baru (new normal) atau adaptasi kebiasaan baru (ALB) pada Selasa (2/5/2020).

Hal itu dilakukan lantaran Kota Tasikmalaya saat ini telah masuk ke dalam level 2 atau zona biru penyebaran covid-19 di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Wali Kota Tasikmalaya, selaku Ketua Gugus Tugas covid-19, Budi Budiman mengatakan, fase new normal bukan berarti seluruh kegiatan kembali seperti biasa tanpa protokol kesehatan. Menurut dia, new normal adalah fase adaptasi warga agar melakukan segala kegiatan, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam pelaksanaan kenormalan baru, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan," kata dia, Minggu (31/5/2020).

Ia menjelaskan, sejumlah pos penyekatan di pusat kota tidak lagi beroperasi. Namun, petugas akan langsung memantau penerapan protokol kesehatan langsung ke objek-objek yang biasa menjadi, seperti pasar, kawasan pertokoan, dan mal.

Selain itu, Gugus Tugas covid-19 Kota Tasikmalaya akan tetap melakukan penyekatan di 5 titik di batas kota. Lima titik itu di antaranya di wilayah Indihiang, Karangresik, Urug di Kawalu, Mangkubumi, dan Awipari.

Budi mengatakan, setiap warga yang hendak masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya harus menunjukan surat keterangan sehat dan bukti hasil uji cepat (rapid test) Covid-19. "Karena kita ingin warga yang masuk itu tidak menjadi imported case," kata dia.

Hingga saat ini, tercatat 48 kasus positif covid-19 di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 24 orang terkonfirmasi melalui tes swab dan 24 orang melalui uji cepat. Dari 48 orang, 37 orang telah dinyatakan telah sembuh atau negatif, 8 orang masih dalam perawatan, dan tiga orang meninggal dunia.

Berdasarkan penelurusan Republika.co.id, penambahan satu kasus terkahir berasal dari karyawan toserba yang bekerja di Kabupaten Ciamis. Namun, pasien itu merupakan warga Kota Tasikmalaya.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/qsUX_L3m_0Y" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers