web analytics
  

Ini 7 Kelurahan di Depok yang Bebas Kasus Positif Covid-19

Senin, 1 Juni 2020 07:58 WIB

Ilustrasi warga mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

DEPOK, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, sebaran kasus covid-19 tercatat di seluruh kecamatan. Namun, terdapat 7 kelurahan yang tidak memiliki kasus konfirmasi positif. 

Ketujuh kelurahan tersebut yakni Duren Seribu, Bojongsari Baru, Pangkalan Jati Baru, Krukut, Grogol, Bojong Pondok Terong, dan Bojongsari. "Alhamdulillah, meskipun sebaran covid-19 masih ada di semua kecamatan, tetapi ada 7 kelurahan yang masih nol kasus konfirmasi positif covid-19," terang Idris dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Minggu (31/5/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, hingga Jumat (29/5/2020) terdapat 3 kelurahan yang mencatatkan nol kasus covid-19, yaitu Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari Baru, dan Pangkalan Jati Baru.

Sedangkan 4 kelurahan yang sudah tidak memiliki kasus konfirmasi positif, tetapi masih terdapat kasus Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni Kelurahan Krukut, Grogol, Bojong Pondok Terong, dan Bojongsari. 

"Meskipun tidak ada kasus positif, kelurahan-kelurahan ini agar tetap menjalankan  protokol kesehatan yang sudah ditetapkan guna mencegah munculnya kasus-kasus baru," harap Idris. 

Menurut Idris, hingga Sabtu (30/5/2020), Kota Depok telah memasuki hari ke-93 menjalani protokol pandemi covid-19. Tren perkembangan kasus pun mengalami fluktuasi dengan angka kesembuhan mencapai 38,8%. 

"Sejumlah protokol sedang dipersiapkan untuk menghadapi kebiasaan baru (new normal) di tengah pandemi covid-19. Meliputi protokol aktivitas pendidikan, aktivitas peribadatan, aktivitas di tempat kerja, aktivitas sosial budaya, aktivitas di tempat umum dan moda transportasi," tuturnya.

Untuk itu, dia beharap, partisipasi semua pihak, agar angka  penyebaran covid-19 semakin menurun. "Sehingga kita dapat mulai menata kembali kehidupan dengan kebiasaan baru (new normal) di tengah pandemi covid-19," kata Idris.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/3Zbv7KHomwM" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers