web analytics
  

Kelelawar atau Trenggiling? Ilmuwan Masih Sulit Tentukan Penyebar Covid-19

Minggu, 31 Mei 2020 18:10 WIB

Ilustrasi kelelawar. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Para peneliti masih mempertimbangkan antara kelelawar dan trenggiling sebagai penyebar Covid-19 kepada manusia.

Namun menurut mereka, masih terlalu dini untuk menyebut trenggiling sebagai penyebab pandemi ini dan ada spesies hewan ketiga yang mungkin berperan menjadi inang virus ini sebelum tersebar pada manusia.

Dikutip dari CNN, yang sampai kini masih jelas adalah virus corona telah bertukar gen secara berulang dengan strain serupa yang menginfeksi kelelawar, trenggiling dan spesies ketiga.

Penemuan tersebut dipaparkan oleh tim peneliti dari Duke University dan Los Alamos National Laboratory yang dipublikaskan dalam jurnal Science Advances.

Selain itu, juga jelas bahwa orang-orang perlu mengurangi kontak dengan hewan liar yang dapat menularkan infeksi baru.

"Dalam studi kami, kami mendemonstrasikan bahwa memang benar SARS-CoV-2 memiliki sejarah revolusioner yang mencakup perombakan bahan genetik antara virus corona pada kelelawar dan trenggiling sebelum mampu tertular pada manusia," kata Elena Giorgi dari Los Alamos National Laboratory yang terlibat dalam studi tersebut.

Trenggiling adalah hewan pemakan semut yang kerap diperjualbelikan untuk dimakan di beberapa negara, termasuk Cina, dan menjadi tersangka utama penyebab pandemi ini.

Namun para peneliti menyebut kemungkinan trenggiling bisa lepas dari kriteria tersebut. Sebab sampel virus corona yang terdapat pada trenggiling terlalu berbeda dari SARS-CoV-2.

Dan apakah pencampuran antara virus yang dibawa kelelawar dengan virus yang dibawa trenggiling disebut cukup untuk mengubah virus menjadi bentuk yang kini dengan mudah menularkan pada manusia juga masih belum jelas.

Sehingga para peneliti mempertimbangkan inang ketiga yang masih belum teridentifikasi yang bisa menyebarkan virus tersebut.

"Sementara sumber langsung SARS-CoV-2 masih dicari, satu hal yang sudah jelas, mengurangi atau menghilangkan kontak langsung manusia dengan hewan liar sangat penting untuk mencegah penularan zoonosis virus corona ke depannya," demikian para peneliti menyimpulkan.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/dIFa8Er_2KE" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers