web analytics
  

Kota Cimahi Ambil Opsi PSBB Tahap 4

Sabtu, 30 Mei 2020 06:01 WIB Tri Junari

Rakor Evaluasi PSBB Tahap III dan Persiapan PSBB Tahap IV di Kota Cimahi

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Kota Cimahi meskipun sudah menjadi kawasan zona kuning dalam penyebaran Covid-19. Kota Cimahi tetap memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) parsial selama 14 hari ke depan mulai 30 Mei hingga 12 Juni 2020.

Hal ini merujuk pada surat dari Gubernur Jawa Barat, Nomor : 460/2479/Hukham, tanggal  28 Mei 2020, tentang Perpanjangan PSBB Tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Rakor Evaluasi PSBB Tahap III dan Persiapan PSBB Tahap IV di Kota Cimahi dihadiri Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna didampingi Dandim 0609 Letkol (Arh) Teguh Waluyo, Kabag Sumda Polres Cimahi Kompol Apriyanto, Sekda Kota Cimahi, Dikdik S Nugrahan, serta para dan Asisten dan para Kepala SKPD Kota Cimahi.

Walikota Cimahi Ajay M Priatna mengungkapkan Pemerintah Kota Cimahi kembali memperpanjang PSBB  parsial untuk tahap yang keempat, Jumat (29/05/2020).

Kota Cimahi telah melakukan diskusi dengan Kota Bandung, terkait perbedaan zona, sehingga perlu dibuat perencanaan yang baik agar PSBB yang diperpanjang tetap efektif.

“Disamping beberapa  kendala yang ada  harus tetap mulai berproses menuju pola  new normal. Rapat pagi ini diadakan bersama-sama dengan TNI Polri, agar kita dapat mempersiapkan new normal di Kota Cimahi," ujar Ajay.

Ditempat sama, Dandim 0609 menyatakan kesiapan TNI untuk melaksanakan new normal di Kota Cimahi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Barat serta seluruh sektor usaha agar new normal dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Teguh pun menambahkan bahwa anggota TNI telah ditempatkan di beberapa mal serta Pasar untuk melaksanakan penertiban apabila terdapat kerumunan dan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai new normal tersebut.

Teguh pun meminta Pemerintah Kota Cimahi untuk membuat peraturan wali kota yang di dalamnya tertuang sanksi jika Protokol kesehatan dilanggar, agar TNI Polri memiliki dasar  yang jelas saat melakukan penindakan pada masyarakat yang melanggar.

Sekda Kota Cimahi Dikdik S Nugrahan menuturkan, TNI Polri pada intinya siap untuk mendukung, walaupun tantangan yang akan dihadapi memang tidak mudah. Perubahan ini akan menjadi budaya baru.

“Kita membutuhkan proses untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19. Setelah PSBB berakhir pada 12 Juni, New Normal harus sudah disiapkan bagi masyarakat Kota Cimahi Setiap tempat usaha menyediakan tempat cuci tangan, apakah perlu menyediakan masker jika ada yang datang tidak bawa masker,” ujar Dikdik.

Dikdik pun meminta Diskominfo untuk melakukan edukasi massif agar informasi sampai ke tingkat bawah dengan pemahaman yang utuh dan benar.

Untuk alokasi rapid test yang disubsidi oleh Pemerintah Kota gratis jika memang masuk kriteria, tetapi tidak semua dapat mengakses secara langsung, dikdik meminta Dinkes untuk membuat alur yang jelas.

Teguh menambahkan untuk Rapid Test Dinas Kesehatan dapat menggunakan Lapangan Rajawali sebagai tempat tes, dan sudah dimulai hari ini. Sedangkan Dikdik menyatakan dalam penerapan protokol diperlukan aksi yang tegas.

"Saat kita buat aturan yang mengikat, lakukan penindakan yang tegas, jangan sampai produk yang sudah dibuat diabaikan. Mohon dibantu juga oleh dandim, kapolres, dan kajari untuk Melaksanakan new normal," sebutnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers