web analytics
  

PSBB Kota Bandung Dilanjut hingga 12 Juni 2020

Jumat, 29 Mei 2020 21:46 WIB Nur Khansa Ranawati

Wali Kota Bandung Oded M. Danial. (Dok Humas Pemkot Bandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat yang berakhir hari ini, Jumat (29/5/2020), Kota Bandung masih dikategorikan ke dalam zona kuning bersama dengan 11 daerah lainnya. Seluruh daerah yang berada di zona kuning diminta untuk kembali melaksanakan PSBB hingga Juni mendatang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, PSBB di 12 daerah tersebut dibagi ke dalam dua waktu. Pertama adalah PSBB untuk Bodebek yang berlangsung hingga 4 Juni, dan kedua adalah PSBB untuk daerah non-Bodebek hingga 12 Juni.

Hal tersebut juga telah didiskusikan di level kota. Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, berdasarkan hasil koordinasinya dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak Pemerintah Provinsi Jabar, diputuskan bahwa Kota Bandung akan melakukan PSBB secara proporsional hingga 12 Juni mendatang.

"Kesimpulan hasil rapat tadi adalah bahwa Kota Bandung akan melaksanakan PSBB proporsional," ungkap Oded dalam keterangan pers yang diberikan di Balai Kota Bandung, Jumat (29/5/2020) malam.

PSBB proporsional tersebut secara umum memiliki sejumlah perbedaan aturan dengan PSBB yang telah dilaksanakan sebelumnya, yakni adanya pelonggaran di beberapa sektor. Pelonggaran tersebut akan dilakukan secara bertahap dan terbatas.

"SK (Surat Keputusan) nya adalah PSBB proporsional, nanti ada Peraturan Wali Kota-nya sebagai referensi untuk menjalankan PSBB ini. (Pelonggaran) akan dilakukan bertahap, dimulai dari komunitas yang (resiko) penyebaran Covid-19 nya lebih rendah," ungkap Oded.

Beberapa pelonggaran tersebut, Oded mengatakan di antaranya akan dilakukan di perkantoran negeri dan swasta, juga tempat ibadah. Tempat-tempat tersebut dapat mulai beroperasi namun tidak secara penuh, melainkan tetap dibatasi maksimal 30% dari kapasitasnya.

AYO BACA : Kota Bandung Belum Akan Terapkan New Normal

"Dalam rapat tadi disepakato 30%. Tentu semuanya juga harus disertai protokol kesehatan yang ketat," ungkapnya.

Selain itu, bentuk pelonggaran lainnya adalah dengan menihilkan cek poin yang selama ini tersebar di berbagai titik kota. Para petugas yang berjaga di cek poin tersebut nantinya akan difokuskan untuk mengamankan titik-titik yang berpotensi memunculkan keramaian.

"Cek poin sudah tidak ada, personil cek poin disebarkan ke tempat pengawasan di area (yang berpotensi memunculkan) kerumunan," ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah penyekatan jalan tetap diberlakukan untuk meminimalisasi mobilitas warga yang tidak berkepentingan beraktivitas di luar rumah. Sekolah pun belum diperbolehkan untuk beroperasi.

"Jalan masih buka tutup, kalau sektor pendidikan sudah disepakati belum boleh dibuka sampai 12 Juni," ungkapnya.

Meski demikian, dia mengatakan sosialisasi aturan dan pengawasan akan terus dilakukan. Pasalnya, hingga saat ini Oded menyebutkan mayoritas kecamatan di Kota Bandung masih berada dalam zona hitam, yakni zona dengan resiko penyebaran Covid-19 yang sangat tinggi.

"Baru 2 kecamatan yang di zona merah, 28 lainnya masih zona hitam," ungkap Oded.

AYO BACA : PSBB Proporsional Kota Bandung, Rumah Ibadah Boleh Buka

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers