web analytics
  

Cara Deteksi Alergi pada Anak Secara Mandiri

Sabtu, 30 Mei 2020 02:00 WIB

Telur sebagai salah satu alergen. (dok. Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Cara terbaik untuk mencegah dan mengecek alergi pada anak saat pandemi adalah dengan memperkenalkan makanan alergen.

Dilansir dari Medical Xxpress, peneliti Maude Perreault dari Universitas McMaster dan Elissa M. Abrams seorang asisten profesor departemen pediatrik Universitas John Hopkins memberikan tips untuk mengenal dan mencegah alergi pada anak.

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

"Sebagai dokter dan peneliti di bidang alergi dan nutrisi bayi, kami khawatir bahwa Covid-19 dapat membuat orang tua menunda pengenalan alergen pada bayi mereka. Orang tua mungkin merasa tidak nyaman membawa bayi mereka ke ruang gawat darurat saat pademi Covid-19," tulis para peneliti.

Mereka merekomendasikan agar orang tua memperkenalkan makanan alergen kepada bayi segera setelah mereka mulai makan makanan padat sekitar usia enam bulan.

"Ini juga berlaku untuk bayi berisiko rendah, tetapi sangat penting untuk bayi yang berisiko alergi lebih tinggi karena eksim, alergi makanan lain atau riwayat keluarga yang dekat dengan kondisi alergi," catat para peneliti.

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

AYO BACA: Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

Alergen makanan yang paling umum adalah susu sapi, telur, kacang tanah dan kacang-kacangan pohon, biji wijen, ikan dan kerang, kedelai, dan gandum.

"Kami tidak menyarankan mengoleskannya pada kulit atau bibir untuk menguji reaksi alergi karena dapat menyebabkan iritasi yang dapat disalahartikan sebagai alergi," catat mereka.

Orang tua dapat mengenalkan makanan ini satu per satu, selalu sesuai usia untuk bayi mereka dan tanpa penundaan antara diperkenalkannya makanan baru. Reaksi alergi biasanya muncul sangat cepat, sehingga orang tua dapat mengukur reaksi dalam beberapa jam setelah makan.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

Reaksi alergi pada bayi biasanya akan memengaruhi kulit (gatal-gatal, gatal, ruam), saluran pencernaan (muntah, diare), atau sistem pernapasan.

Orang tua harus memonitor tanda-tandanya dengan cermat dan mengambil gambar reaksi kulit ketika mereka mencari saran dari dokter keluarga mereka. Jika ada reaksi, makanan harus dihindari sampai orang tua berkonsultasi dengan tim perawatan kesehatan.

Setelah alergen diperkenalkan dengan aman, sangat penting untuk tetap menawarkan dan menyajikannya kepada bayi beberapa kali seminggu untuk mempertahankan toleransi. 

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/N39ww5c-xdc" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers