web analytics
  

Pedagang di 20 Pasar Tradisional Bandung Jalani Rapid test

Kamis, 28 Mei 2020 16:35 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Pedagang di 20 Pasar Tradisional Bandung Jalani Rapid test, Pedagang, pasar tradisional di bandung, pasar tradisional bandung, 20 Pasar Tradisional, Bandung, Rapid test, tes corona,

[Ilustrasi] Pedagang pasar. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COMPedagang di 20 pasar tradisional di Kota Bandung telah menjalani rapid test. Pengetesan tersebut masih berlangsung untuk dilakukan di 32 pasar tradisional yang ada.

Humas PD Pasar Bermartabat Iqbal Nurhakim mengatakan, pihaknya mengajukan pengetesan untuk pedagang pasar kepada Dinas Kesehatan Kota Bandung sejak April 2020. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19 di area pasar.

"Rapid test di pasar-pasar itu inisiatif PD Pasar bekerja sama dengan Dinkes Kota Bandung. Kami minta para pedagang untuk dites sesuai dengan kapasitas Dinkes," ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan, jumlah pedagang yang dites di tiap pasarnya ditentukan oleh Dinkes Kota Bandung. Rata-rata berkisar antara 20 orang per pasar.

"Siapa-siapa saja yang dites itu ditentukan dari Dinkes. Kami hanya melakukan pengajuan," ungkapnya.

Iqbal menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum menerima kabar lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan. Namun, dirinya memastikan hingga saat ini tidak ada pedagang pasar yang resmi dinyatakan positif Covid-19.

"Sejauh ini tidak informasi bahwa ada pedagang yang positif.  Jangan sampai lah," tuturnya.

Dia mengatakan, selama ini upaya yang telah dilakukan pihak PD Pasar Bermartabat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di area pasar adalah dengan rutin melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Selain itu, fasilitas pasar online yang bisa diakses melalui saluran telepon pun masih terus berjalan.

"Di pasar kan ada sosialisasi terus-menerus untuk pakai masker, melakukan physical distancing, rajin cuci tangan, dan lain-lain lewat spanduk. Kami juga masih memberlakukan belanja lewat hotline yang nanti diantar ke rumah-rumah," kata dia.

Selain dari upaya pencegahan tersebut, Iqbal menyebutkan lalu lintas keluar-masuk orang dan pedagang di pasar masing-masing wilayah di Kota Bandung juga relatif terpantau. Pasalnya, masing-masing pasar kebanyakan didatangi oleh para warga dan pedagang yang bermukim di wilayah yang bersangkutan.

"Jadi tidak penuh ramai dengan lalu-lalang orang dari berbagai daerah, yang belanja ke pasar tradisional kan banyaknya warga sekitar yang sudah langganan di sana jadi relatif terkontrol situasinya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung Rita Verita menyebutkan, pengetesan lanjutan di pasar-pasar berikutnya masih terus berjalan. Waktunya menyesuaikan dengan puskesmas di wilayah masing-masing.

"Kami sudah melakukan rapid test di 20 pasar dari 32 pasar yang ada. Sisanya akan berlanjut. Puskesmas sudah punya jadwal sendiri-sendiri untuk memulai tes berikutnya," ungkap Rita ketika dihubungi Ayobandung.com belum lama ini.

Dia menyebutkan, sejauh ini terdapat sejumlah pedagang yang memiliki hasil tes reaktif. Namun hal tersebut masih harus dipastikan kembali akurasinya dengan swab test.

"Hasil yang reaktif sekarang sudah dilanjutkan tes swab, tinggal menunggu hasil," ujarnya. Saat ini, setidaknya terdapat 17 ribu orang pedagang aktif yang berjualan di 32 pasar di seluruh Kota Bandung.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers