web analytics
  

New Normal Pariwisata Kabupaten Bandung, Apa yang Berubah?

Kamis, 28 Mei 2020 14:34 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, New Normal Pariwisata Kabupaten Bandung, Apa yang Berubah?, wisata  bandung, taman lampion bandung, taman lampion ciateul, wisata bandung, new normal

Ilustrasi (Ayobandung.com)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM --  Penerapan protokol kesehatan akan diterapkan oleh objek wisata di Selatan Kabupaten Bandung apabila new normal diterapkan.

Pengelola objek wisata Glamping Lake Side, Marcelius, mengatakan walaupun ada kemungkinan besar objek wisata kembali beroperasi jika ada penerapan new normal. Namun pembukaan objek wisata harus dilakukan dengan hati-hati.

"Tetap harus hati-hati, karena yang dilawan itu bukan sesuatu yang terlihat," tutur Marcel, ketika dihubungi Ayobandung.com, Kamis (28/5/2020).

Protokol kesehatan ketat harus menjadi perhatian pengelola objek wisata. Glamping Lake Side kata Marcel, sudah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan yang akan diberlakukan ketika pemerintah memberi izin operasi.

"Semua sudah kami siapkan. Ada lebih dari 30 wastafel lengkap dengan sabunnya disebar di semua area," ujarnya.

Pemeriksaan suhu tubuh juga akan diterapkan di pintu masuk. Pun dengan alat pelindung diri akan disiapkan sebagai antisipasi adanya pengunjung tidak taat.

"Masker disiapkan baik untuk karyawan, maupun pengunjung," katanya.

Di Glamping Lake Side terdapat belasan wahana yang bisa dikunjungi, semua wahana kata Marcel akan menerapkan physical distancing, baik di dalam maupun di tempat masuknya.

"Di loket wahana, sudah dibuat garis penjaga jarak. Aturannya hanya 1 meter kami buat 2 meter supaya jarak antar manusia lebih jauh," ujarnya.

"Untuk karyawan, jangankan ada pandemi, sebelumnya juga kalau sakit tidak boleh bekerja," imbuhnya.

New normal memang akan membuat pola layanan pariwisata berubah. Seperti melakukan pembatasan aktivitas manusia yang turut mengubah fasilitas layanan.

Dia mencontohkan untuk restoran, akan berdampak pada pembatasan kapasitas sampai 50%, pun dengan penginapan. Namun hal tersebut harus menjadi pilihan jika aktivitas usaha kembali normal.

"Kami mengajak semua pelaku usaha pariwisata untuk sama-sama menerapkan protokol kesehatan ketat," katanya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers