web analytics
  

Ini Permintaan Pelaku Usaha Wisata Jika Pemkab Bandung Tetapkan New Normal

Kamis, 28 Mei 2020 14:14 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Ini Permintaan Pelaku Usaha Wisata Jika Pemkab Bandung Tetapkan New Normal, new normal, corona, psikolog, hidup new normal, wisata, kabupaten Bandung

Ilustrasi (Ayobandung.com)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM -- Para pelaku usaha pariwisata di Selatan Kabupaten Bandung berharap pemerintah setempat memberlakukan new normal, sehingga aktivitas pariwisata kembali dibuka dengan protokol ketat.

Pengelola Obje wisata Glamping Lake Side, Marcelius, mengatakan pasca penutupan aktivitas pariwisata menyusul adanya pandemi covid-19, membuat pelaku usaha pariwisata terpukul.

"Pariwisata itu imbasnya langsung. Ketika ditutup, otomatis pendapatan menjadi minus," tutur Marcel ketika dihubungi Ayobandung, Kamis (28/5/2020).

Selama ditutup, pendapatan dari usaha pariwisata langsung terhenti, sementara pengelola masih memiliki sejumlah pengeluaran, baik untuk menggaji karyawan juga melakukan pemeliharaan aset dan hal lainnya.

"Kami ada 200 karyawan, memang untuk gaji ada penyesuaian. Jika sampai juni masih tutup, kami tidak akan kuat lagi," ujarnya.

Jumlah tersebut hanya berada di Glamping Lake Side, di tempat wisata lain masih terdapat ribuan orang yang selama ini mengandalkan pendapatan dari aktivitas pariwisata selatan kabupaten bandung.

Di wilayah Situ Patengan sendiri  kata Marcel terdapat sedikitnya 800 kepala keluarga yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, baik pemilik warung, tukang perahu dan pelaku usaha lainnya.

"Kami menyambut baik dengan rencana adanya new normal yang memungkinkan sektor pariwisata bisa membali beroperasi. Tentu dengan protokol kesehatan ketat dan kami sendiri sudah mempersiapkan itu," ujarnya.

Diakui Marcel, sudah saatnya berdamai dengan covid-19 dengan cara melakukan protokol kesehatan seketat mungkin untuk mencegah penyebaran.

"Semua pihak harus berhati-hati, karena yang dilawan itu tidak terlihat secara kasat mata," ujarnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers