web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Berstatus PDP, Seorang Balita di Majalengka Meninggal Dunia Keracunan Makanan

Kamis, 28 Mei 2020 13:42 WIB Erika Lia

Corona.(Reuters)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang balita berusia tiga tahun berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Majalengka meninggal dunia.

Dengan alasan berasal dari zona merah, pemakaman sang balita dilakukan sesuai protokol Covid-19.

Sang balita menjadi salah satu PDP di Kabupaten Majalengka yang meninggal dunia. Dia meninggal pada Selasa (26/5/2020) dalam perawatannya di RSUD Cideres.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Alimudin mengungkapkan, balita itu meninggal dunia setelah mengalami keracunan. Dia sempat beroleh perawatan di di RSU Ujung Berung, Bandung.

"Hasil diagnosa almarhum meninggal karena keracunan makanan. Sebelumnya dirawat di RSU Ujungberung," tuturnya, Kamis (28/5/2020).

Saat di Bandung, sang balita dijemput sang nenek untuk pulang ke Majalengka karena orang tuanya, yang berasal dari Majalengka, memutuskan bercerai.

Saat di Majalengka, sang balita dirawat di RSUD Cideres. Dengan pertimbangan asalnya dari zona merah, sang balita dikenakan status PDP dan dan dirawat di ruang isolasi.

"Di RSUD Cideres, balita ini dirawat di ruang isolasi karena berasal dari zona merah," ujarnya.

Sebelum meninggal dunia, sang balita juga sempat menjalani rapid test dan dinyatakan non reaktif.

Tak hanya itu, balita ini pun menjalani pula pemeriksaan swab yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon. Namun, sebelum hasil swab keluar, sang balita menghembuskan nafas terakhir.

Tak hanya penanganannya, pemakaman sang balita pun menerapkan protokol Covid-19. Alimudin meyakinkan, langkah itu dilakukan semata-mata sebagai pencegahan.

"Penggunaan protokol Covid-19 semata-mata sebagai pencegahan karena almarhum berasal dari zona merah," tegasnya.

Sejauh ini, jumlah PDP yang meninggal dunia di Kabupaten Majalengka tercatat enam orang. Total PDP sendiri 50 pasien, di mana tiga pasien masih dalam pengawasan.

Untuk pasien terkonfirmasi Covid-19 sendiri sejumlah enam orang dengan seorang meninggal dunia. Dari jumlah itu, dua orang masih dalam perawatan dan tiga orang dinyatakan sembuh.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP), total mencapai 539 orang. Dari jumlah itu, sembilan orang masih dalam pemantauan dan 530 orang selesai dipantau.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers