web analytics
  

Komisaris Persib Ajukan Saran untuk Prokontra Nasib Kelanjutan Liga

Kamis, 28 Mei 2020 13:26 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) (PBB), Umuh Muchtar. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Komisaris PT persib Bandung Bermartabat (PT PBB)  (PBB), Umuh Muchtar angkat bicara mengenai hasil dari rapat virtual yang digelar PSSI bersama 18 klub Liga 1 dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rabu (27/5). Umuh mengungkapkan, dalam rapat tersebut sedianya, belum dihasilkan keputusan akhir apakah Liga 1 2020 akan berlanjut atau tidak. 

Namun menurut Umuh, dari 18 klub peserta, mayoritasnya klub menginginkan kompetisi dihentikan. Umuh pun menghargai perbedaan pendapat atau prokontra yang muncul terkait masa depan Liga 1 2020 ini.

"Jadi saya lihat ini 18 klub, hampir 60- 65%, dia absen atau tidak mau melanjutkan. Kita harus menghargai dan saling menghormati orang yang tidak mau melanjutkan, ini ada beberapa yang ingin melanjutkan," kata Umuh, Kamis (29/5/2020).

Umuh menyadari, dalam menentukan keputusan nasib kometisi musim 2020 harus dipikirkan secara matang dan bijak. Namun Umuh juga berharap, jangan ada perselisihan dalam penentuan keputusan ini.

"Di sini kita harus saling membuat kebijakan. Kebijakan ini kalau emosional ini lanjutkan, ini tidak, ini pasti jadi ribut. Jadi kita cari jalan yang terbaik nanti digodok nanti dilaporkan kepada ketua PSSI Pak Iwan," katanya.

Umuh juga menyebut, dalam pengambilan keputusan ini PSSI dan seluruh klub sedianya jangan gegabah dan memeprtimbangkan berbagai aspek secara matang. Salah satunya aspek untung-rugi apabila kompetisi dilanjutkan atau tidak.

"Nanti di situ, dilihat kebijakan dari Pak ketua. Nanti ditanyakan lagi, demparkan lagi (ke tim)  Nanti di situ akan cari jalan yang terbaik. Dilanjutkan nanti untungnya bagaimana, tidak dilanjutkan untung ruginya dimana, kita juga jangan gegabah ngambil keputusan,"katanya.

Pasalnya, lanjut Umuh, hingga saat ini  curva kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan penurunan. Bahkan pemerintah masih bersikap hati-hati untuk mengkaji kebijakan terkait situasi saat ini.

"Covid ini, presiden sendiri yang sudah mengumumkan hati-hati. Dengan semua juga kita harus mengikuti aturan pemerintah dan itu pun juga pasti kalau dilanjutkan dilaporkan kepada pemerintah. Kalau kata pemerintah lanjutkan ya lain cerita karena sudah ada yang bertanggung jawab," katanya.

Karenanya, sosok yang lekat dengan topi koboi itu juga meminta semua pihak untuk berkesinambungan dengan pemerintah dan kondisi di masyarakat. Sebab Umuh enggan mendengat kabar ada kluster Covid-19 yang baru seandainya Liga 1 2020 kembali bergulir. Namun di sisi lain, dirinya ingin tetap melihat geliat sepak Indonesia tetap hidup.

"Bukan tidak tanggung jawab di PSSI-nya, ya semua kita harus solid harus berkesinambungan dengan pemerintah dengan semua dan masyarakat. Jangan nanti dilanjutkan malah nambah masalah, orang malah nambah yang covidnya, tapi kalau tidak dilanjutkan bagaimana, makanya kita cari kebijakan yang baik," katanya.

Oleh karenanya, sosok yang karib disapa Wa Haji Umuh itu meminta semua pihak untuk lebih bersabar. Dia justru mengajak semua pihak bijak dalam mengamati situasi dan tak buru-buru dalam menentukan keputusan.

"Menurut saya tunggu saja dulu beberapa waktu ini, lihat-lihat. Mdah-mudahan covid ini besok atau lusa dalam seminggu, dua minggu ini sudah reda, kan kita masih ada waktu," ujarnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers