web analytics
  

Saat Bersin, Hidung dan Mulut Tak Boleh Ditutup?

Kamis, 28 Mei 2020 13:24 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Saat Bersin, Hidung dan Mulut Tak Boleh Ditutup?, Bersin, Hidung, Mulut, tutup, etika bersin, cara bersin, cara mencegah virus corona,

[Ilustrasi] Bersin. (Pixabay)

Menutup hidung dan mulut saat bersin menyebabkan udara mengalir ke otak dan membuat kantong udara.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Umumnya, orang akan menutup hidung dan mulut ketika bersin. Tujuannya agar orang lain di sekitarnya tidak terkena semburan dari cairan pernapasan tubuh.

Namun, dilansir oleh Asia One, menutup hidung dan mulut ketika bersin bukan langkah yang baik. Cara ini justru menempatkan Anda pada risiko kesehatan yang lebih buruk.

Dr Manoon Leechawengwongs, spesialis penyakit pernapasan melalui Facebook, mengatakan, menutup hidung dan mulut saat bersin bisa membuat kantong udara pada otak.

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

Dokter spesialis penyakit pernapasan yang bekerja di Rumah Sakit Vichaiyut ini lantas mencontohkan kasus serupa yang terjadi pada pasiennya melalui postingan Facebook 21 Mei 2020.

Manoon Leechawengwongs mengunggah kondisi seorang wanita usia 85 tahun yang mencari pengobatan pada tahun 2016, karena tidak bisa berbicara.

Selain tidak bisa bicara, wanita itu juga mengeluhkan tinnitus, yaitu kondisi yang membuat seseorang merasa telinganya terus berdenging.

Hasil magnetic resonance imaging (MRI) wanita itu menunjukkan bahwa dia telah mengembangkan kantong udara di otak kirinya.

Akibatnya, wanita lanjut usia itu harus menjalani perawatan di rumah sakit sampai pulih yang menghabiskan waktu 50 hari.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

Namun, pasien lansia itu kembali lagi ke rumah sakit tahun 2020 ini, setelah 50 hari menjalani perawatan medis dan dinyatakan sembuh pada 2016.

Kali ini, dia mengeluhkan tidak bisa berbicara dengan jelas, sisi kanan wajahnya seperti membeku dan dia kembali mengalami tinnitus.

Hasil MRI kedua kalinya pun menunjukkan bahwa dia mengembangkan kantong udara di otaknya meskipun berukuran kecil. Akhirnya, dia menjalani perawatan medis dan dinyatakan pulih setelah 4 hari.

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

AYO BACA: Waspadai, Ini 5 Gejala Positif Corona Covid-19 yang Tidak Umum

AYO BACA: LIPI Rilis Daftar Produk Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Disinfektan

Berdasarkan pengamatan kasus ini, dokter menyimpulkan bahwa menutup hidung dan mulut saat bersin bisa menyebabkan udara mengalir ke otak dan membuat kantong udara.

Karena itu, ada baiknya jangan terlalu menutup rapat mulut dan hidung ketika bersin agar tidak mengembangkan kantong udara seperti wanita tersebut.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers