web analytics
  
Banner Kemerdekaan

1,8 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek Selama Mudik Lebaran

Kamis, 28 Mei 2020 12:31 WIB

Ilustrasi (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sekitar 1,8 juta orang meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada masa mudik Lebaran 2020.

Menurut data yang dikumpulkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di antara warga yang keluar dari wilayah Jabodetabek pada masa mudik ada sekitar 750 ribu orang yang menggunakan angkutan umum.

"Total yang sudah keluar Jabodetabek saat ini sebanyak kurang lebih 1,7 sampai 1,8 juta orang," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, menurut data PT Jasa Marga ada 465.500 kendaraan pribadi yang meninggalkan wilayah Jabodetabek pada masa mudik Lebaran 2020. "Jika kita kalikan okupansinya dua saja per kendaraan, maka total hampir 900 ribu (orang yang mudik)," katanya.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan TNI dan Polri berupaya mengantisipasi kedatangan mereka kembali ke wilayah Jabodetabek pada masa arus balik Lebaran guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. "Ini yang harus kita antisipasi pada saat arus balik saat ini," kata Syafrin.

Sebelum masa mudik, ia mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperingatkan warga yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk tidak mudik mengingat DKI Jakarta dan sekitarnya merupakan episentrum penularan virus corona penyebab Covid-19.

Kendati demikian sebagian warga tetap mudik. Oleh karena itu,Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya membendung arus balik guna menekan penularan COVID-19.

"Jika Anda mudik, belum tentu Anda bisa dengan sangat mudah masuk kembali ke Jabodetabek," kata Syafrin.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers