web analytics
  

Keutamaan Berpuasa di Bulan Syawal

Rabu, 27 Mei 2020 10:58 WIB
Umum - Ramadhan, Keutamaan Berpuasa di Bulan Syawal, Ramadan, puasa, tips puasa, manfaat puasa, puasa Syawal

Ilustrasi ngabuburit saat puasa. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Setelah menjalani puasa Ramadan selama satu bulan, umat muslim kemudian menyambut 1 Syawal yang merupakan Hari Raya Idulfitri. Bulan Syawal adalah bulan ke-10 dalam penanggalan Hijriah.

Mengutip buku berjudul 'Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah' oleh Amirullah Syarbini & Sumantri Jamhari, kata syawal secara bahasa memiliki makna 'peningkatan amal'.

Sebab di bulan Ramadan, umat Islam diperintahkan melaksanakan puasa, ditambah melakukan berbagai amal saleh lainnya seperti salat tarawih, membaca Al-Qur'an dan menunaikan zakat fitrah. Dengan demikian, setelah melewati Ramadan, keimanan seorang muslim akan meningkat karena berbagai amal tersebut.

AYO BACA : Puasa Syawal, Saatnya Sistem Pencernaan Sesuaikan Keadaan Setelah Lebaran

Karena itulah, setelah Ramadan seyogyanya amal saleh pun terus ditingkatkan. Salah satunya dengan melakukan puasa sunah di bulan Syawal. Hal ini seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

Puasa di bulan Syawal adalah salah satu puasa yang disunnahkan. Selain dapat menutup kekurangan puasa wajib, puasa sunnah di bulan Syawal memiliki keutamaan dan pahala yang besar.

Apa saja keutamaan dari kesunahan puasa 6 hari di bulan Syawal? Puasa Ramadhan yang dijalani selama sebulan lamanya menjadi berlipat-lipat lagi nilainya jika dilengkapi dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal.

AYO BACA : 5 Artis Mualaf yang Puasa dan Lebaran untuk Pertama Kalinya

Dalam sebuah hadits dinyatakan, berpuasa 6 hari setelah Idulfitri akan menerima pahala layaknya puasa selama satu tahun. 

Menukil dari buku berjudul 'Kitab Puasa Sunan Ibnu Majah' oleh Ibnu Majah, disebutkan soal hadits dari Hisyam bin 'Ammar yang menceritakan bahwa Baqiyyah menceritakan, Shadaqah bin Khalid berkata, bahwa Yahya bin Al-Harits adz-Dzammari berkata, ia mendengar Abu Asma Ar-Rahabi dari Tsauban maula Rasulullah SAW beliau bersabda, "Siapa saja yang berpuasa 6 hari setelah Idulfitri, maka (puasa) sempurna satu tahun. Siapa saja membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya."

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan berpuasa 6 hari saat Syawal, dia seperti berpuasa setahun." (HR. Muslim).

Dalam redaksi lain dinyatakan, "Puasa sebulan Ramadan (sama) dengan puasa 10 bulan. Dan, puasa 6 hari saat Syawal (sama) dengan puasa 2 bulan. Dengan demikian, sama dengan puasa setahun." (HR. An-Nasa'i).

Selain itu, keutamaan puasa di bulan Syawal itu layaknya puasa sepanjang hari. Abu Ayub mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa bulan Ramadan kemudian diikutinya dengan 6 hari Syawal maka ia seperti berpuasa sepanjang masa." (HR Muslim).

Sementara itu, Syaikh Muhammad bin Shalil Al-Utsaimin dalam bukunya "Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam)" menuliskan, Ahlul ilmi berkata puasa di bulan Syaban dan puasa 6 hari pada bulan Syawal diibaratkan seperti salat Rawatib sebelum dan sesudah salat fardhu.

AYO BACA : Cara Redakan Sakit Gigi Saat Berpuasa

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers