web analytics
  

4 Penyebab Gigi Keropos saat Muda, Salah Satunya Kurang Minum

Rabu, 27 Mei 2020 10:10 WIB

[Ilustrasi] Gigi keropos padahal usia masih muda. (Pixabay/Michal Jarmoluk)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Seseorang yang berusia muda bisa mengalamai gigi bolong, patah, bahkan tanggal.

Gigi keropos menjadi awal mula munculnya gigi berlubang. Jika Anda biarkan dan tidak segera mendapat penanganan yang tepat, jaringan gigi yang sehat di sekitarnya akan ikut digerogoti oleh pengeroposan. Tak jarang, pada akhirnya yang tersisa hanyalah akar gigi yang sudah tak sehat dan memicu rasa ngilu.

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

Dilansir dari WebMD, pengeroposan umumnya dialami oleh orang lanjut usia terkait degenerasi fungsi organ. Jika pengeroposan terjadi di usia muda, hal itu menunjukkan ada sesuatu yang salah pada tubuh. Bisa jadi, 4 hal ini penyebabnya!

1. Kurang asupan kalsium

Struktur gigi sama seperti tulang, yaitu didukung oleh jumlah kalsium yang Anda konsumsi setiap hari. Pada kondisi gigi mudah keropos, hal ini mungkin karena Anda kehilangan sejumlah kalsium dari tubuh, misalnya saat hamil, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Itu sebabnya, lumrah jika banyak ibu hamil yang giginya tanggal karena kalsium di dalam tubuh diserap janin.

AYO BACA: 7 Situs Resmi untuk Pantau Perkembangan Virus Corona di Indonesia

AYO BACA: Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar, Benarkah Melalui Jaringan 5G?

AYO BACA: Jahe dan Kunyit, Mana yang Lebih Berkhasiat?

2. Kurang konsumsi fluor

Fluor atau biasa dikenal sebagai fluoride adalah mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kekuatan gigi. Fluor biasanya ditambahkan ke dalam pasta gigi untuk membantu memperkuat gigi.

Jika tubuh kekurangan fluor, yang pertama kali terkena dampaknya adalah tulang dan gigi, sehingga berpotensi mengalami pengeroposan.

Selain untuk mendukung pertumbuhan dan kekuatan gigi, fluor berfungsi mengembalikan mineral gigi yang hilang, misalnya karena asupan makanan.

3. Dehidrasi

Dehidrasi membuat kondisi mulut menjadi kering. Hal itu akan sangat memengaruhi produksi air liur di dalam mulut. Tugas air liur sendiri untuk memecahkan sisa makanan dan membunuh bakteri yang menempel pada gigi, yang memiliki potensi besar untuk merusak dan membuat lubang pada gigi.

AYO BACA: 5 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Lapar

AYO BACA: 7 Hal yang Harus Dihindari Saat Perut Lapar

AYO BACA: 8 Manfaat Kurma untuk Kesehatan

Jika produksi air liur berkurang, kumpulan bateri dan sisa-sisa makanan akan membentuk karang gigi, yang merupakan salah satu penyebab gigi keropos di usia muda.

Karang gigi ini dapat merusak enamel gigi. Teksturnya yang keras dan padat membuat karang gigi sangat sulit untuk dibersihkan. Anda butuh perawatan khusus untuk menyingkirkan karang gigi, yang hanya bisa dilakukan di dokter gigi.

4. Kurang asupan gizi

Gigi merupakan organ hidup yang memiliki kemampuan memperbaharui diri sendiri, seperti halnya kulit. Dalam kondisi sehat, dentin dan enamel baru akan terus dihasilkan dari vitamin, mineral, dan enzim di dalam aliran darah. Kecukupan vitamin dan mineral akan membuat gigi secara konstan meremajakan dan meregenerasi diri secara alami, tanpa memerlukan perawatan tambahan dari luar.

Namun, karena faktor-faktor seperti diet yang buruk, akumulasi racun dari lingkungan, dan stres, fungsi tubuh menjadi tidak seimbang, dan membuat proses regerenerasi tersebut tak dapat berlangsung sempurna.

AYO BACA: Mengenal 4 Masjid Tertua di Kota Bandung

AYO BACA: Penderita Diabetes Bisa Makan Kolak, Tapi dengan Aturan Ini

AYO BACA: Tips Manfaatkan THR dengan Bijak dari Ahli Ekonomi

Dalam jurnal Cure Tooth Decay: Heal and Prevent Cavities with Nutrition, Dr Melvin Page, DDS menyebutkan bahwa ketidakseimbangan kimia tubuh sebesar 25% sudah cukup untuk menyebabkan gigi membusuk. Setelah 30 tahun penelitian, Dr Page menemukan bahwa gangguan dalam rasio kalsium terhadap fosfor dalam darah menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers