web analytics
  

Jawa Barat Klaim Siap Laksanakan New Normal

Selasa, 26 Mei 2020 16:43 WIB Nur Khansa Ranawati

Sekretaris Gugus Tugas P2 Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan Jawa Barat siap menjalankan new normal atau kenormalan baru. (Istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap melaksanakan skema "new normal" dalam aktivitas sehari-hari di setiap lini.

Skema tersebut mengacu pada dimulainya aktivitas seperti biasa namun dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

AYO BACA: Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

Hal ini disampaikan Sekretaris Gugus Tugas P2 Covid-19 Jabar Daud Achmad. Dia menyebutkan, kenormalan baru di Jabar telah siap dilakukan. Jabar juga sudah memetakan kondisi masing-masing daerahnya ke dalam berbagai tingkatan kewaspadaan.

"Jabar itu dinilai sudah siap melaksanakan new normal karena kita sudah melakukan leveling kewaspadaan. Ada 5 kota/kabupaten di level biru, 19 di level kuning, dan 3 yang masih di level merah," ungkapnya di Gedung Sate Bandung, Selasa (26/5/2020).

Dia menyebutkan, leveling kewaspadaan tersebut dapat diterapkan dalam skala yang lebih kecil seperti tingkat desa. Dengan begitu, penerapan skema kenormalan baru dapat dilakukan dengan lebih terukur.

AYO BACA: Wanita Ini Meninggal Setelah Melahirkan, Tapi Menyelamatkan 50 Hidup Orang Lain

AYO BACA: Kenang Kematian Bayinya, Perempuan Ini Sumbang ASI Tolong Bayi Lain

AYO BACA: Nenek 99 Tahun Baru Terima Surat Cinta dari Tunangannya yang Hilang di PD II

"Kalau diterapkan di unit yang lebih kecil, tentunya aparat bersama dengan masyarakat akan lebih mudah mengendalikan wilayahnya," kata dia.

Daud mencontohkan, skema kenormalan baru di dalam sebuah mal dapat terlihat seperti jumlah pengunjung mal yang dibatasi, adanya sarana cuci tangan di area masuk, dan kewajiban memakai masker bagi seluruh pengunjung dan penjual. Protokol jaga jarak juga tetap harus dilaksanakan.

"Untuk melakukan pemulihan ekonomi, kami tetap melakukan pengamanan kesehatan karena yang utama adalah keselamatan jiwa warga," kata dia.

Selain itu, dia mengatakan, pengetesan masif masih terus dilakukan untuk mencapai target setidaknya 300.000 warga. Hal tersebut guna menemukan peta persebaran Covid-19 di Jabar dengan lebih komprehensif.

AYO BACA: Tempelkan Liur di Bus, Tentara AS Tularkan Corona?

AYO BACA: Ada Penampakan Kuntilanak di RS Covid-19 Galang?

Sementara itu, untuk aturan skema kenormalan baru, Daud menyebutkan pihaknya masih mengacu pada peraturan yang saat ini berlaku tentang protokol kesehatan. Aturan baru Menteri Kesehatan RI tentang protokol kesehatan di tempat kerja dan industri juga akan menjadi rujukan.

"Untuk memasuki new normal ini aturan tetap mengacu pada peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2020, yaitu tentang PSBB. Serta peraturan Menteri Kesehatan nomor 9 tahun 2020," tuturnya.

AYO BACA: Mayat Korban Virus Corona Penuhi Jalanan Wuhan Cina?

AYO BACA: Thailand Pakai Ganja untuk Sembuhkan Pasien Corona?

AYO BACA: Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Corona Covid-19?

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers