web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Iniesta Pernah Depresi, Gol di Final Piala Dunia Jadi Titik Balik

Selasa, 26 Mei 2020 10:20 WIB M. Naufal Hafizh

Andres Iniesta. (Reuters)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Andres Iniesta mengaku pernah depresi berat karena sahabatnya meninggal akibat serangan jantung.

Mantan gelandang Barcelona itu sampai-sampai tertekan dan menjadi titik terendah dalam hidupnya.

Dalam wawancara bersama Bild am Sonntag yang dilansir Daily Star, Senin (25/5/2020), Iniesta membeberkan momen tersebut terjadi pada 2009.

AYO BACA: Wanita Ini Meninggal Setelah Melahirkan, Tapi Menyelamatkan 50 Hidup Orang Lain

AYO BACA: Kenang Kematian Bayinya, Perempuan Ini Sumbang ASI Tolong Bayi Lain

AYO BACA: Nenek 99 Tahun Baru Terima Surat Cinta dari Tunangannya yang Hilang di PD II

Kala itu pemain yang kini memperkuat Vissel Kobe itu ditinggal Dani Jarque, sang sahabat yang meninggal dunia secara mendadak di usia 26 tahun.

Saat itu, beberapa kesedihan lainnya menimpa Iniesta secara beruntun. Bak terakumulasi, depresi berat pun dialami eks bintang Timnas Spanyol yang kini telah berusia 36 tahun itu.

Beruntung, sekira setahun berselang, Iniesta sukses mengemas satu-satunya gol melawan Belanda di final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan untuk memastikan Spanyol menjadi kampiun.

Ketika melakukan selebrasi, Iniesta melepas jersey-nya. Di sana tertulis; 'Dani Jarque selalu bersama kita'.

AYO BACA: Diet Enak dengan 7 Minuman yang Usir Timbunan Lemak di Perut

AYO BACA: Selain Diet Ketat, Adele Juga Lakukan Ini Demi Turunkan Berat Badan

AYO BACA: Cara Ampuh Memulai Diet Karbohidrat

Momen bersama Timnas Spanyol itu diakui Iniesta sebagai momen awal yang berhasil melepaskannya dari jeratan depresi.

"Benar, saya mengalami depresi berat pada medio 2009. Saya mengalami banyak momen sedih secara beruntun, meskipun saat itu saya tengah sukses bersama Barca dan Spanyol," ungkap Iniesta.

"Lalu sahabat saya, Dani Jarque meninggal, yang membuat saya berada dalam situasi sangat rapuh. Itu membuat saya butuh bantuan profesional (psikolog)," ujar gelandang jebolan akademi La Masia itu.

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

"Itu adalah fase terberat ataupun titik terendah dalam hidup saya. Namun, saya beruntung mendapat dukungan penuh dari Anna istri saya, serta orang tua saya," ucap Iniesta.

"Gol kemenangan (Timnas Spanyol) tersebut merupakan awal dari membaiknya kondisi saya. Untungnya itu semua cuma masa lalu, sekarang saya sudah berada dalam kondisi yang sangat baik. Itu sebuah fase yang membuat saya menjadi pribadi yang kuat dan semakin baik," ujar sang playmaker.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/_5jz1TXESqI" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers