web analytics
  

Kisah Pilu Wanita Malaysia, 5 Anggota Keluarganya Meninggal karena Covid-19

Senin, 25 Mei 2020 13:55 WIB

Ilustrasi warga mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KUALA LUMPUR, AYOBANDUNG.COM -- Ada banyak hal yang berbeda dari perayaan Lebaran di tahun ini. Selain tidak bisa mudik dan kumpul keluarga, ada pula kisah duka yang datang dari keluarga asal Malaysia.

Sharifah Huzaimah adalah seorang wanita yang berasal dari daerah Kuching, Sarawak, Malaysia. Belum lama ini, dia membagikan kisah Lebaran yang berbeda karena kehilangan 5 anggota keluarga.

"Raya 2020 membawa seribu makna, pengalaman, pengertian, kesedihan... yang mengubah kehidupan keluarga besar kami, takkan dilupakan sepanjang hayat kami," ungkap Sharifah Huzaimah seperti dilansir mStar.

Bagaimana tidak, 5 anggota keluarga besar Sharifah ternyata meninggal karena Covid-19.

Kelima orang tersebut adalah adik neneknya yang bernama Nek Usu Kayah, dua orang anak Nek Usu Kayah, dan dua orang saudaranya.

Tidak sampai di sana, ayah dan ibu Sharifah pun juga sempat dinyatakan positif Covid-19 pada awal Ramadan lalu.

Diketahui, keluarga Sharifah Huzaimah terjangkit Covid-19 setelah salah satu rekan kerja sepupunya pulang dari Italia.

"Selama saya hidup, dari kecil hingga dewasa, dari sebelum menikah sampai beranak tiga, setiap Idulfitri rumah pertama yang kami kunjungi adalah rumah nenek dari ayah yaitu Nek Ah," kisahnya.

"Walaupun Nek Ah sudah meninggal tiga tahun lalu, keluarga ayah akan mengadakan pengajian di pagi hari Lebaran. Kedua, kami akan menziarahi rumah Nek Usu Kayah."

Namun, karena Nek Usu Kayah dan kedua anaknya kini sudah tiada, Sharifah Huzaimah pun menyebutkan jika Idulfitri tahun ini akan terasa berbeda dari tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, wanita 38 tahun ini juga menyebutkan jika tradisi salam-salaman serta saling mengunjungi terpaksa mereka lupakan untuk sementara.

"Kami memang mengamalkan salaman saat berjumpa dan sebelum pulang dengan setiap anggota keluarga. Cium pipi dan peluk adalah perkara biasa."

"Namun sejak keluarga kena Covid-19, jangankan peluk, salaman pun tidak diizinkan ayah dan ibu. Sangat sedih tidak bisa bersalaman dengan orang tua," ungkapnya.

Meski begitu, Sharifah ingin mengambil hikmah dari kejadian ini. Meski tidak melakukan tradisi Lebaran yang biasa, dirinya tetap ingin menghargai setiap momen bersama keluarganya yang tersisa.

"Kami tahu, kami orang dan keluarga yang terpilih untuk cobaan ini. Memori ketika ayah, ibu, dan keluarga lain masuk rumah sakit serta pusat karantina akan tersimpan erat."

"Hikmah cobaan kali ini membuat kita mendekatkan diri kepada-Nya, menyambut kemenangan semata-mata karena Nya, dan saling bermaafan sesama keluarga seikhlasnya," tutup Sharifah.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers