web analytics
  

Corona Seperti HIV yang Cepat Bermutasi, Vaksin Pun Sulit Dibuat

Minggu, 24 Mei 2020 17:34 WIB

Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Virus yang telah bermutasi ini biasanya lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

SLEMAN, AYOBANDUNG.COM -- Virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19 sudah menginfeksi jutaan umat manusia di berbagai belahan dunia. Bahkan, tidak sedikit orang-orang yang meninggal dunia akibat terjangkit virus tersebut.

Kepala Divisi Pulmonologi dan Penyakit Kritis RSUP Dr Sardjito dr Sumardi mengatakan, virus corona baru ini terus bermutasi cepat. Mutasi terjadi ketika virus mereplikasikan diri di dalam sel dan menyalin kode genetiknya.

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

Dia menilai, virus corona jenis baru ini merupakan virus RNA. RNA merupakan strain yang saat bertemu dengan inang dapat membuat salinan baru yang bisa terus menginfeksi sel lain.

"Materi genetik Covid-19 adalah RNA dan asam aminonya terus berubah dan mutasi. Berbeda dengan virus DNA yang tidak lebih rentan terhadap perubahan," kata Sumardi, Jumat (22/5/2020).

Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) FKKMK UGM itu menerangkan, mutasi virus merupakan siklus yang biasa dalam evolusi. Namun, mutasi akan mengubah tingkat keparahan penyakit yang disebabkannya.

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

AYO BACA: Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

Virus yang telah bermutasi ini biasanya lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kondisi itu berpengaruh terhadap pengembangan vaksin Covid-19. Sebab, virus terus saja bermutasi yang mengubah perilakunya dalam menginfeksi.

Hal itu sama dengan yang terjadi seperti dalam pengembangan vaksin HIV. Hingga saat ini, belum ada hasil pengembangan vaksin yang bisa mencegah penyebaran virus HIV karena terus bermutasi.

Kondisi itu membuat vaksin yang telah dikembangkan hanya sanggup melindungi dari strain virus tertentu dan tidak bisa digunakan untuk virus jenis baru. Karenanya, pengembangan vaksin untuk virus jenis RNA itu menjadi tantangan.

AYO BACA: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

"Termasuk, Covid-19. Kalau sudah ditemukan vaksin ke depan harus diperbarui terus karena virusnya juga terus berubah," ujar Sumardi.

Sumardi merujuk kembali ke sifat-sifat virus RNA yang pada saat multiplikasi dapat terjadi kesalahan membaca kode asam amino yang menyusun gen virus. Sementara itu, vaksin dibuat sesuai unsur-unsur genetik virus RNA sumbernya.

Di sisi lain, saat vaksin sudah bisa dipakai untuk vaksinasi masal, virus RNA sudah mengalami mutasi unsur genetiknya. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap vaksin yang telah dihasilkan menjadikan daya proteksinya berkurang.

"Seperti juga yang terjadi kepada kasus vaksin swine flu," kata Sumardi.

Sumardi menekankan, pengembangan vaksin Covid-19 perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara. Pasalnya, virus ini memiliki karakteristik  berbeda tiap negara, bahkan yang di Indonesia berbeda dengan yang di Cina.

Dalam informasi di Global Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID) telah ada tiga tipe virus SARS-CoV-2 yang dikelompokkan secara global yaitu S, G, dan V. Sayangnya, virus corona di Indonesia tidak masuk ketiga tipe."Dan dimasukan sebagai tipe O, singkatan dari others atau lain-lain," ujar Sumardi.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/_5jz1TXESqI" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers