web analytics
  

Sering Sakit Perut saat Lebaran? Ini Penyebabnya Menurut Ahli

Minggu, 24 Mei 2020 14:41 WIB

[Ilustrasi] Sakit perut saat Lebaran. (Pixabay)

Ahli menyebabkan mengapa banyak orang sakit perut saat Lebaran.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Idulfitri mestinya menjadi momen menyenangkan bersama keluarga. Namun, banyak orang mungkin mengeluhkan sakit perut saat Lebaran. Mengapa ini bisa terjadi?

Dr Magdi Mohamed, konsultan Rumah Sakit Burjeel mengakui setiap tahunnya rumah sakit menerima jumlah pasien dengan masalah perut yang sangat banyak di hari pertama dan kedua Idulfitri.

AYO BACA: 5 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Lapar

AYO BACA: 7 Hal yang Harus Dihindari Saat Perut Lapar

AYO BACA: 8 Manfaat Kurma untuk Kesehatan

Menurut Magdi, sekitar 40% pasien yang datang ke unit gawat darurat mengalami masalah perut akibat makan berlebihan saat Lebaran.

Magdi menjelaskan, 120 dari 300 kasus masalah perut terkait dengan pesta makan saat Idulfitri.

"Unit gawat darurat menerima sekitar 60 pasien dengan masalah perut dalam 24 jam pertama Idulfitri," kata Magdi dikutip dati Khaleej Times.

Dr Magdi Mohamed menekankan, kondisi perut orang yang berpuasa selama Ramadan menjadi sensitif dan menyusut ketika Lebaran.

AYO BACA: Mengenal 4 Masjid Tertua di Kota Bandung

AYO BACA: Penderita Diabetes Bisa Makan Kolak, Tapi dengan Aturan Ini

AYO BACA: Tips Manfaatkan THR dengan Bijak dari Ahli Ekonomi

"Kebiasaan berpuasa mengatur sistem pencernaan tubuh, serta enzim pencernaan yang akan diatur sesuai dengan makanan yang dikonsumsi. Karena itu, sistem pencernaan yang sudah berjalan selama sebulan puasa bisa terganggu ketika orang makan berlebihan saat lebaran," ujarnya.

Karena itu, Dr Mohamed menyarankan tetap makan 2 hingga 3 kali sehari selama Idulfitri. Makan berlebihan secara tiba-tiba bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

"Kasus-kasus kesehatan yang paling umum terjadi selama Idulfitri termasuk sakit perut, muntah dan diare," tuturnya.

AYO BACA: Ini Penyebab Kebakaran dan Cara Mencegahnya

AYO BACA: Ramadan Tempo Dulu: Beduk dan Kohkol Masjid Agung Terdengar sampai Dago

Mohamed juga menyarankan orang yang merasakan Idulfitri untuk tidak terlalu makan banyak permen atau makanan manis lainnya.

"Glukosa dalam sistem pencernaan akan menyebabkan peningkatan sekresi cairan dan air di usus, yang bisa menyebabkan diare parah. Glukosa akan menjadi terfermentasi yang juga menyebabkan gerakan longgar," tuturnya.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/_5jz1TXESqI" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers