web analytics
  

Dedi Mulyadi Usul Jam Operasional Toko Pakaian Diperpanjang

Sabtu, 23 Mei 2020 08:10 WIB
Umum - Regional, Dedi Mulyadi Usul Jam Operasional Toko Pakaian Diperpanjang, Dedi Mulyadi, Jam Operasional, Toko Pakaian

Warga Bandung memadati pusat perbelanjaan jelang lebaran. (ayobandung/Irfan Al Faritisi)

KARAWANG, AYOBANDUNG.COM -- Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi menyarankan agar jam operasional pasar tradisional dan toko pakaian diperpanjang pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tujuannya, untuk menghindari desak-desakan warga yang membeli baju baru menjelang lebaran.

"Bagi masyarakat tertentu, membeli baju lebaran itu suatu hal yang istimewa. Jadi itu sulit dihindari," katanya, dalam sambungan telepon yang diterima di Karawang, Jumat (22/5).

Dedi menyampaikan agar berbagai pihak bijak menyikapi fenomena kerumunan warga yang membeli baju baru di toko pakaian dan pasar tradisional menjelang lebaran. Menurut dia, beli baju baru menjelang lebaran menjadi hal istimewa karena bisa jadi ada masyarakat tertentu yang hanya membeli baju baru saat menjelang lebaran.

"Begitu juga mereka yang membeli daging sapi menjelang lebaran, ini juga merupakan peristiwa sakral bagi mereka. Jadi tak bisa dihindari," kata Dedi.

Legislator dari Partai Golkar ini meminta semua pihak bijaksana dalam menyikapi fenomena masyarakat yang tetap beli baju lebaran pada masa pandemi Covid-19. Menurut dia, persoalan utama yang muncul adalah terjadinya antrean dan berdesakannya orang di pasar tradisional maupun toko pakaian. Apalagi sudah sebulan ini banyak toko pakaian tutup. Kondisi itu tentu rentan menyebabkan penyebaran virus corona.

Atas hal tersebut, katanya, perlu ada ikhtiar untuk mengatur jam operasional pasar tradisional dan toko pakaian, agar tidak terjadi antrean dan berdesakan.

"Sekarang ini kan jam operasional pasar tradisional dan toko pakaian dibatasi. Ini yang menyebabkan terjadinya penumpukan orang," kata dia.

Karena itu sebaiknya jam operasional pasar dan toko pakaian diperpanjang, seperti dari pukul 05.00 sampai 21.00 WIB. Dengan begitu ada pilihan waktu bagi warga untuk berbelanja. Sehingga, pasar tidak terlalu padat.

Ia juga menyarankan agar pemerintah mendekatkan barang kebutuhan warganya. Itu bisa dengan cara membuka penjualan daging sapi di setiap RW, sehingga warga tidak berbondong-bondong ke pasar. Tentunya dengan tetap mempraktikkan physical distancing.

"Syukur-syukur penjualan pakaian juga bisa didatangkan di setiap RW. Saya kira ini satu ikhtiar untuk mencegah terjadinya kerumunan di pasar dan toko pakaian," kata Dedi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 14:21 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran

Umum - Regional, Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran, Longsor Tasikmalaya,longsor Cineam,Jalur Tasikmalaya-Pangandaran,Tasikmalaya

Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:26 WIB

Sebanyak 670 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon menjalani tes swab.

Umum - Regional, Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon,Swab test di lapas Cirebon,Cirebon,narapidana positif Covid-19

Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:09 WIB

Obat ini bisa menyebabkan kantuk dan mabuk jika dikonsumsi berlebihan.

Umum - Regional, Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras, Razia obat keras,Razia masker Tasikmalaya,Tasikmalaya,Operasi Yustisi Tasikmalaya

Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 12:23 WIB

IL juga menyayangkan keputusan hakim Pengadilan Agama Sumber yang mengabaikan seluruh bukti dan saksi, bahwa pernikahan...

Umum - Regional, Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim, Rekayasa buku nikah,KPAID Kabupaten Cirebon,Ketua KPAID Kab Cirebon,Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon,Cirebon

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:15 WIB

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat,Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Barat

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:32 WIB

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Umum - Regional, PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak, Banjir Puncak,Banjir Puncak Bogor,korban banjir Puncak,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),PVMBG

Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Co...

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:36 WIB

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Dewi Sartika di Kawalu menj...

Umum - Regional, Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Covid-19, Pemkot Tasikmalaya,RSUD Dewi Sartika,RS Darurat Covid-19

Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:14 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur geram saat menemukan beras dalam karung yang tidak berlabel program Bantuan Pangan Non Tu...

Umum - Regional, Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber, DPRD Kabupaten Cianjur
dewanpers