web analytics
  

Jelang Lebaran, PSBB di Bandung Barat Mulai Longgar

Jumat, 22 Mei 2020 22:52 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Jelang Lebaran, PSBB di Bandung Barat Mulai Longgar, PSBB Bandung Barat, PSBB Longgar,

PSBB. (Ayobandung.com/Attia)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 di sejumlah daerah mulai longgar. Hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bandung Barat (KBB) Iwan Setiawan menilai, kekhawatiran itu muncul karena melihat kondisi riil di lapangan masih banyak masyarakat yang mengabaikan social distancing.

“Kalau seandainya grafik penyebarannya belum turun, maka pandangan PSBB itu harus terus diperpanjang. Sehingga betul-betul memutus mata rantai,” ujarnya pada wartawan, Jumat (22/5/2020).

AYO BACA : Langgar Jam Operasional, Toko Modern di Bandung Barat Ditutup Paksa

Ia justru tidak berharap, disaat grafik Covid-19 sedang berada di puncak, malah diberikan kelonggaran atau relaksasi. Karena dikhawatirkan disaat itulah, serangan virus semakin tidak terkendali penyebarannya.

Seharusnya, masyarakat menghargai bagaimana pengorbanan tenaga medis. Jangan sampai pengorbanan mereka jadi sia-sia akibat tidak disiplinnya masyarakat untuk memerangi Covid-19.

“Terbayanglah apabila kelonggaran dilakukan, lalu kemudian penyebaran virus jadi tidak terkendali. Maka konsekuensinya adalah pasti daya tampung rumah sakit, menjadi penuh dan itu juga sangat melelahkan tenaga medis,” keluhnya.

AYO BACA : Kabupaten Bandung Barat Kembali Terapkan PSBB Hingga 2 Juni

Oleh karena itu, ia berpendapat untuk memaksimalkan dulu PSBB sampai dengan tingkat grafiknya menurun. Tentunya itupun harus berdasarkan kajian-kajian ilmiah.

Jika grafiknya puncak atau belum masih turun, ia meminta untuk perketat dulu PSBB ini. Ketimbang nanti direlaksasi diperlonggar namun penyelesaian malah panjang dan landai.

Hal itu yang menjadi alasan Partai Demokrat merekomendasikan untuk memaksimalkan PSBB. Ketika sudah mencapai target grafik positifnya atau lainnya sudah betul turun, baru boleh mengambil opsi.

Ditegaskan Iwan, berulang kali pihaknya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Memang hari ini, hari yang sangat dilematis menjelang hari raya Idulfitri.

Antara kultur di masyarakat dan kesadaran memang ini agak berbeda. Disatu sisi kultur kita menjelang lebaran, disatu sisi kesadaran masyarakat masih kurang,” ucap Iwan.

AYO BACA : Pelanggaran PSBB di Bandung Barat Masih Tinggi

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers