web analytics
  

Pasrah! Satpol PP Cimahi Bolehkan Lapak Pedagang di Jalan Gandawijaya Dibuka

Jumat, 22 Mei 2020 22:42 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Pasrah! Satpol PP Cimahi Bolehkan Lapak Pedagang di Jalan Gandawijaya Dibuka, Jalan Gandawijaya Cimahi, Pedagang,

Penutupan Jalan Gandawijaya Cimahi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Kerap kucing-kucingan dan mendapat desakan pedagang untuk kembali membuka lapak di Jalan Gandawijaya Kota Cimahi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya membolehkan berdagang dengan tetap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial. 

Berdasarkan pantauan, deretan pertokoan di Jalan Gandawijaya, yang menjual pakaian ramai  masyarakat Kota Cimahi sejak ruas jalan tersebut dibuka kembali oleh Satlantas Polres Cimahi, beberapa hari lalu. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi, Totong Solehudin, mengungkapkan pertokoan yang seharusnya tutup selama PSBB itu boleh buka dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan.

AYO BACA : Oded Siap Tindak Tegas Pedagang Pelanggar PSBB

"Karena pusat juga sekarang mulai agak melonggarkan dengan pertimbangan ekonomi harus tetap jalan, sementara PSBB di Cimahi berjalan. Kami yang di daerah sekarang bingung juga," ungkap Totong saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Dari segi aturan, seharusnya Satpol PP sebagai penegak Perda tidak boleh berkompromi dengan pelanggar. Namun saat akan bertindak tegas, saat ini pedagang mulai melakukan perlawanan balik. 

"Sebetulnya mencoba untuk tidak kompromi dengan semua, saat kami keras nyatanya pedagang melawan dengan alasan mereka tidak ada pemasukan. Kalaupun kami patroli, mungkin saat itu akan bersih, tapi setelah tidak ada petugas mereka kembali lagi," terangnya. 

AYO BACA : Ketika Bahu Jalan Jadi Pasar Dadakan Jelang Idulfitri

Kalaupun kucing-kucingan dengan petugas dan memaksa buka, Totong menegaskan minimal pedagang paham yang seharusnya mereka lakukan dalam menjalankan aturan PSBB terkait protokol kesehatan. 

"Ini yang jadi dilema bagi kami untuk garda terakhir. Akhirnya kami berusaha realistis, masyarakat yang harus memproteksi diri sendiri. Masyarakat bertanggungjawab atas kesehatan dan keamanan mereka sendiri. Kalau tidak bisa baru nanti kami akan tindak tegas," tegasnya. 

Terkait kerumunan yang terjadi di sejumlah pusat keramaian, pihaknya meminta pengelola toko maupun pasar memerhatikan keamanan saat ramainya kunjungan pembeli.

"Bisa juga dengan opsi membatasi jumlah pembeli yang masuk ke toko. Cek kesehatan dan wajibkan masker. Petugas kami tidak bisa standby di satu lokasi, tapi tetap mengawasi dengan cara berpatroli," tandasnya.

AYO BACA : Penutupan Jalan Gandawijaya Cimahi

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers