web analytics
  

RUU Cipta Kerja Dinilai Sarat Kepentingan 'Penumpang Gelap'

Jumat, 22 Mei 2020 20:06 WIB Dadi Haryadi
Umum - Nasional, RUU Cipta Kerja Dinilai Sarat Kepentingan 'Penumpang Gelap', RUU Cipta Kerja, Anggota Komisi II DPR RI Teddy Setiadi, PKS,

Anggota Komisi II DPR RI Teddy Setiadi. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi II DPR RI Teddy Setiadi memprotes pembahasan draft RUU Cipta Kerja karena dianggap sarat dengan kepentingan 'penumpang gelap'.

Teddy menuturkan, istilah 'penumpang gelap' pertama kali disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas dengan seluruh menteri terkait saat memimpin pembahasan draft RUU Cipta Kerja sebelum disampaikan secara resmi kepada DPR RI, 26 Desember 2019 lalu.

Saat itu, kata Teddy, Presiden menyampaikan kepada seluruh jajarannya, agar RUU Cipta Kerja jangan sampai menjadi ladang pasal-pasal titipan dari 'penumpang gelap' yang hanya ingin memperkaya dirinya dan kelompoknya semata.

"Apa yang disampaikan oleh Presiden saat itu sama sekali tidak tergambar dari proses pembahasan draft RUU Cipta Kerja selama ini," tegas Teddy, Jumat (22/5/2020).

AYO BACA : Buruh Ancam Demo Besar Jika DPR Masih Bahas Omnibus Law

Menurut Teddy, pembahasan draft RUU Cipta Kerja terbilang super instan dan super kilat. Dia membeberkan, RUU Cipta Kerja pertama kali disampaikan dalam pidato Pelantikan Presiden di Sidang Paripurna MPR pada 20 Oktober 2019.

Dalam jangka waktu empat bulan kemudian, tiba-tiba pemerintah telah menyelesaian draft RUU Cipta Kerja yang terdiri dari revisi 79 UU dan 1 pasal (1028 lembar), dan menyerahkannya secara resmi kepada DPR RI pada tanggal 12 Februari 2020.

"Belum lagi pembahasan selama ini terkesan dilakukan secara tertutup dan substansinya lebih menggambarkan upaya memberikan karpet merah dalam perizinan berusaha kepada pemilik modal dibandingkan penciptaan lapangan kerja baru dan kesejahteraan kepada masyarakat Indonesia," bebernya.

Anggota Fraksi PKS DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Kota Bandung dan Kota Cimahi ini menilai wajar RUU Cipta Kerja menuai kontroversi di masyarakat karena memang banyak substasinya yang mengarah pada sentralistik dan hanya menguntungkan kelompok kepentingan tertentu dan berpotensi bertentangan dengan UUD 1945.

"Karena sifat RUU ini yang super instant, super kilat dan super aneh ini, maka tidak heran banyak elemen masyarakat yang mencurigai adanya penumpang gelap dalam RUU ini," tandasnya.

AYO BACA : SMSI Dukung Dewan Pers Tolak Pembahasan RUU Oleh DPR dan Pemerintah

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

BLT UMKM atau BPUM BRI Mei 2021 Sudah Cair, Cek di Sini, Jangan Lupa B...

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 16:00 WIB

BLT UMKM atau BPUM periode Mei 2021 senilai Rp1,2 juta dikabarkan sudah cair ke rekening penerima.

Umum - Nasional, BLT UMKM atau BPUM BRI Mei 2021 Sudah Cair, Cek di Sini, Jangan Lupa Bawa KTP, BLT UMKM,BPUM BRI,BLT UMKM kapan cair,cara mengecek blt umkm,cek BLT UMKM

Hore! Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta Tunggu Verifikasi Kementerian Kope...

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 15:04 WIB

Sebanyak 77.911 calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), dari program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) masih men...

Umum - Nasional, Hore! Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta Tunggu Verifikasi Kementerian Koperasi, BLT UMKM,Pencairan BLT UMKM,pencairan blt umkm kapan,pencairan BPUM,eform.bri.co.id/bpum

Ketersediaan Pasokan dan Harga Daging Sapi untuk Lebaran Aman

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 05:38 WIB

Tercatat dari hasil pantauan ketersediaan daging sapi berada pada kondisi aman

Umum - Nasional, Ketersediaan Pasokan dan Harga Daging Sapi untuk Lebaran Aman, Daging Sapi,Harga Daging sapi,Stok Daging Sapi,stok daging sapi nasional,stok daging sapi untuk lebaran

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idulfitri Kamis 13 Mei 2021

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 04:03 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idulfitri Kamis 13 Mei 2021

Umum - Nasional, Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idulfitri Kamis 13 Mei 2021, muhammadiyah lebaran,lebaran muhammadiyah,Lebaran 2021,Idulfitri 2021,lebaran idulfitri jatuh pada,lebaran jatuh pada,idulfitri jatuh pada,Muhammadiyah

Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Segera Dibuka, Catat Jadwalnya

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 03:37 WIB

Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Segera Dibuka, Catat Jadwalnya

Umum - Nasional, Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Segera Dibuka, Catat Jadwalnya, Pendaftaran CPNS,Pendaftaran CPNS 2021,CPNS,rekrutmen PPPK,pendaftaran PPPK 2021,cpns guru,pppk guru,kemenpan rb cpns

MUI Minta Istana Klarifikasi soal Kegaduhan Bipang Ambawang

Nasional Sabtu, 8 Mei 2021 | 21:58 WIB

MUI Minta Istana Klarifikasi soal Kegaduhan Bipang Ambawang

Umum - Nasional, MUI Minta Istana Klarifikasi soal Kegaduhan Bipang Ambawang, Bipang Ambawang,Bipang,MUI,Babi Panggang,Bipang Ambawang Adalah,Bipang Ambawang Halal,Bipang Ambawang Haram,Bipang Ambawang Jokowi

Kuota Gratis Kemendikbud Mei 2021 Cair Minggu Ini, Catat Tanggalnya!

Nasional Sabtu, 8 Mei 2021 | 18:47 WIB

Kapan kuota gratis Kemendikbud bulan Mei untuk para siswa, guru, mahasiswa, dan dosen cair? Berdasarkan ketentuan, kuota...

Umum - Nasional, Kuota Gratis Kemendikbud Mei 2021 Cair Minggu Ini, Catat Tanggalnya!, Kuota Gratis Kemendikbud Mei 2021,Kuota Gratis Kemendikbud,Cara Mendapatkan Kuota Gratis Kemendikbud,Kapan kuota gratis Kemendikbud Cair,Tanggal Cair kuota gratis Kemendikbud,Cara Mendapatkan Kuota Gratis,Syarat Dapat Kuota Gratis Kemendikbud

Ketum MUI: Muslim Boleh Masuk Gereja Selama Bisa Jaga Aqidah

Nasional Sabtu, 8 Mei 2021 | 14:38 WIB

Pernyataannya itu menindaklanjuti sejumlah ulama berbeda pendapat terkait boleh tidaknya seorang muslim masuk ke Gereja.

Umum - Nasional, Ketum MUI: Muslim Boleh Masuk Gereja Selama Bisa Jaga Aqidah, Ketum MUI,Jaga Aqidah,Majelis Ulama Indonesia,mat Muslim masuk rumah ibadah agama lain,Umat Muslim masuk gereja,Perbedaan pandangan antarulama,Hukum umat Muslim masuk gereja,muslim masuk gereja,muslim,gereja

artikel terkait

dewanpers