web analytics
  

Terus Meningkat, Angka Positif Covid-19 Jabar Hampir Tembus 2 Ribu Orang

Jumat, 22 Mei 2020 17:06 WIB Nur Khansa Ranawati

Ilustrasi -- Pasien Positif Covid-19. (istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Angka kasus positif Covid-19 di Jawa Barat masih terus mengalami peningkatan. Hingga hari ini, Jumat (22/5/2020) pukul 11.00, pasien positif Covid-19 mencapai 1.962 orang.

Angka tersebut mengalami peningkatan 86 orang dibanding hari kemarin. Sementara kenaikan juga tercatat terjadi pada pasien yang sembuh dari Covid-19.

Hari ini, total sebanyak 442 pasien positif dinyatakan sembuh. Angka tersebut meningkat 1,2% dibanding kemarin, dimana pasien sembuh pada Kamis (21/5/2020) berada di angka 412.

"Untuk pasien meninggal dunia alhamdulillah tidak ada peningkatan selama 3 hari terakhir," ungkap Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jabar Daud Achmad di Gedung Sate, Jumat (22/5/2020).

Angka pasien positif yang meninggal dunia berada di angka 124 orang. Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau saat ini sebanyak 6.439 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dipantau berjumlah 2.434 orang.

AYO BACA : Update Corona Indonesia Jumat Sore, 20.796 Positif, 5.057 Sembuh!

Untuk data kasus positif Covid-19 di Indonesia, per-hari ini ada di angka 20.162 orang. Jumlah pasien sembuh meningkat menjadi 4.838 orang, dan pasien meninggal dunia juga meningkat ke angka 1.287 orang.

Daud mengatakan, lonjakan angka pasien positif Covid-19 di Jabar hari ini juga dipengaruhi oleh lonjakan kasus positif di Indonesia. Pada Kamis (21/5/2020), diketahui penambahan kasus positif di Indonesia hampir mencapai 1.000 orang.

"Itu disebabkan adanya delay data yang belum diumumkan oleh pemerintah pusat pada 15 Maret lalu. Ada juga pelimpahan kasus dari DKI Jakarta," ungkap Daud.

Dia mengatakan, limpahan kasus tersebut artinya menunjukkan adanya warga Bodebek yang dirawat di DKI Jakarta. Meski dirawat di Jakarta, KTP mereka yang berasal dari Jabar pada akhirnya membuat kasus positif masing-masing dicatatkan pada database Jabar.

"Ini seperti yang pernah terjadi pada awal Mei lalu, yang dua hari tidak ada penambahan kasus tahu-tahu besoknya ada lonjakan," ungkap Daud.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers