web analytics
  

Contoh Khotbah untuk Salat Idulfitri di Rumah dari PBNU

Jumat, 22 Mei 2020 13:58 WIB

Ilustrasi. (Pixabay/Mohamed Hassan)

Ada sejumlah khotbah Idulfitri yang disampaikan ulama yang bisa dijadikan contoh khotbah Idulfitri di rumah.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Moch Bukhori Muslim menyampaikan khotbah Idulfitri selama 7 menit. Berikut khotbah lengkap beliau:

Allahu Akbar (3 kali), Allahu Akbar (3 kali), Allahu Akbar (3 kali), walillahilhamdu lillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi.

Washolatu wassalamu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa ashhabihi ajmain. Amma ba’du: Ittaqullaha haqqa tuqotihi wa la tamutunna illa wa antum Muslimun.

Allah SWT berfirman: Audzubillahi minasyaithani rajim. Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullaha wal-tanzhur nafsun ma qaddamat lighadin wattaqullaha innallaha khabirun bima ta’malun.

Yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan,”.

Saudaraku dan keluargaku,

Tujuan utama perintah puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa. Dalam kondisi apapun, senang maupun susah, lapang ataupun sempit, kita wajib berusaha untu menjadi orang yang bertakwa.

Walaupun dalam kondisi karantina yang sudah berjalan dua bulan ini, mari kita terus meningkatkan ketakwaan dan kesabaran.

Ketakwaan dan kesabaran adalah modal utama untuk menghadapi kondisi pandemi saat ini.

Takwa adalah istiqomah menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Allah SWT telah berjanji, bahwa barangsiapa yang bertakwa pasti akan diberikan solusi dan jalan keluar atas segala persoalan kehidupan, termasuk pandemi virus Covid-19 ini.

Kesabaran sangat perlu kita pupuk, karena ujian akan berakhir dengan kemuliaah jika diiringi dengan kesabaran.

Para kekasih Allah yaitu para Nabi dan orang-orang sholeh menghadapi ujian berat. Dengan kesabaran yang kuat, akhirnya mereka mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.

Misalkan, Nabi Yunus pernah dikarantina di perut ikan sehingg akhirnya umatnya bertaubat.

Nabi Yusuf pernah dikarantina di penjara ahirnya keluar menjadi Nabi dan raja.

Sedangkan Nabi Muhammad pernah melakukan karantina di Gua Hira selama 40 hari sehingga akhirnya diwahyukan Surah Al-Alaq yang bisa membawa cahaya dan rahmat bagi seluruh alam.

Bercermin dari para kekasih Allah tersebut, kita harus bersabar dan selalu memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.

Semoga kita mendapat ampunan dan kemuliaan dari Allah setelah pandemi Covid-19 ini.

Demikian.

Barakallahu li wa lakum filqur’anil-azhim. Astaghfirullahalazhim li wa lakum wa lisairil-Muslimina wal-Muslimati wal-Mukminina wal-Mukminati, innallaha ghafurun rahim.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers