web analytics
  

Jelang Lebaran, ITC Kebon Kalapa Bandung Penuh Diburu Warga

Kamis, 21 Mei 2020 22:28 WIB Nur Khansa Ranawati

Jelang Lebaran, warga memenuhi lapak pedagang di ITC Kebon Kalapa Bandung. (Ayobandung.com/Nur Khansa)

REGOL, AYOBANDUNG.COM -- Kurang dari satu minggu jelang Idulfitri 2020, ratusan warga Kota Bandung nampak tak dapat lagi membendung hasrat untuk berbelanja sandang. Meskipun saat ini Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangung, namun hal tersebut tidak menghalangi para konsumen pusat perbelanjaan ITC Kebon Kalapa untuk kembali memburu baju.

Pada Kamis (21/5/2020) siang, warga dan pedagang pakaian serta barang lainnya nampak memadati pelataran parkir gedung ITC. Kepadatan tersebut terlihat sepanjang lapang parkir, dengan jarak antar-orang yang sangat rapat.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, mal ITC sendiri masih tutup, karena tidak termasuk ke dalam kategori toko yang diperbolehkan beroperasi selama PSBB. Namun para pedagang tak kehabisan akal, mereka menjajakan dagangannya serupa pasar tumpah di area tangga pintu masuk dan lapang parkir.

Warga pun nampak antusias memilih pakaian dan sejumlah barang lainnya yang identik dengan Idul Fitri, seperti peralatan salat hingga kue kering. Sahut-sahutan pedagang yang saling berteriak menawarkan barangnya riuh terdengar.

Di sejumlah titik, warga berdesakkan bahkan hingga berhimpitan. Sejenak, suasana ITC siang itu nampak seperti sepenggal tempat yang belum mengenal Corona. Seorang polisi yang tengah berjaga di depan pagar pintu masuk pun nampak hanya dapat memantau kerumuman.

Parkir kendaraan warga yang berbelanja berjajar di sekeliling area ITC hingga Terminal Kebon Kalapa. Meski mayoritas pembeli dan pedagang mengenakan masker, namun aturan physical distancing sama sekali terabaikan.

AYO BACA : Makin Membludak, Physical Distancing di Pusat Perbelanjaan Terabaikan

Salah satu pedagang baju muslim, Anton (43) mengatakan para pedagang ITC baru kembali berjualan sejak kemarin. Hal tersebut dilakukan demi kembali mendapat pemasukan yang hilang selama PSBB diterapkan.

"Ya kami ini kan sudah dua bulan tidak jualan, pegawai saya juga terpaksa diberhentikan. Kebutuhan banyak tetapi tidak ada pemasukan mau bagaimana lagi," ungkapnya pada Ayobandung.com.

Anton yang siang itu berjualan bersama anak laki-lakinya mengaku telah mengetahui aturan PSBB yang diperpanjang hingga 29 Mei. Namun dia dan pedagang lainnya memilih untuk kembali berjualan dengan tetap berupaya menjaga keselamatan diri.

"Asal pakai masker dan sering cuci tangan saja. Sudah tahu sih PSBB diperpanjang lagi, tapi mau sampai kapan diam di rumah tanpa penghasilan," ungkapnya.

"Kalau pegawai biasa sih enak tetap dapat gaji, kami kan pedagang harus jualan," keluhnya.

Dia juga menyesalkan aturan mengenai pusat perbelanjaan yang tetap tidak diperkenankan beroperasi sehingga membuat para pedagang "curi start" untuk berjualan di tengah pandemi. Anton berharap mal ITC kembali dibuka sehingga para pembeli tak perlu berdesakkan di luar.

"Justru kalau mal nya dibuka kan pembeli teratur, bisa dicek suhunya, disuruh cuci tangan dulu baru belanja. Pedagang suruh saja pakai sarung tangan, kami juga enggak akan keberatan," ungkapnya. 

AYO BACA : Pemkab Bandung Ancam Tutup Paksa Pusat Perbelanjaan

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers