web analytics
  

Meraih Keutamaan Bulan Suci Ramadan

Kamis, 21 Mei 2020 13:49 WIB
Netizen, Meraih Keutamaan Bulan Suci Ramadan, Meraih, Keutamaan, Bulan Suci, Ramadan,

Seorang pengurus masjid membaca Al-qur’an di Masjid Maaimmaskuub, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Jumat (15/5/2020). Pada bulan Ramadan, umat muslim memperbanyak membaca Al-quran karena memiliki banyak keutamaan dan mendapatkan pahala berlipat ganda. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

AYOBANDUNG.COM -- Berbicara tentang keutamaan bulan suci Ramadan, tentu tak terhitung banyaknya. Salah satu keutamaan yang penting untuk direnungkan bersama adalah, umat Islam yang bersenang hati atau bergembira dalam menyambut datangnya bulan Ramadan, insyaallah akan diselamatkan dari api neraka. Bayangkan saja, ini baru menyambut kedatangannya saja, belum mengisi bulan suci tersebut dengan bejibun aktivitas postif yang mendulang banyak pahala.

Nur Solikhin dalam buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa (2015) menjelaskan hadis riwayat Ibnu Majah. Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa bersukacita dengan datangnya bulan Ramadan, Allah Swt. Akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Bila kita renungi hadis tersebut, keharaman jasad orang Islam yang menyambut dengan suka cita atau dengan penuh kegembiraan dapat dipahami selama ia tak memiliki dosa-dosa yang belum terampuni. Misalnya, dosa akibat pernah mengorupsi uang rakyat dan dia belum bertobat dan juga belum meminta maaf sekaligus mengembalikan uang hasil korupsiannya tersebut kepada rakyat dan negara. Ini hanya contoh, masih banyak contoh lain tentang dosa-dosa yang belum diinsyafi dan tobati.

Keutamaan lain dari bulan suci Ramadan adalah diturunkannya kitab suci Al-Qur’an pada bulan mulia tersebut. Nur Solikin dalam buku tersebut mengutip keterangan Muhammad Iqbal (2006) bahwa pada bulan Ramadan, Al-Qur’an telah diturunkan oleh Allah Swt. Peristiwa penurunan kitab suci tersebut pertama kali terjadi ketika Rasulullah Saw. sedang menyendiri di Gua Hira’, Jabal Nur, sekitar enam kilometer dari kota Makkah. Pada saat itu beliau berusia 40 tahun.

Selama ini, adat yang berkembang di berbagai daerah yang ada di negeri ini, setiap datang bulan suci Ramadan, masjid dan musala menjadi tempat bagi umat Islam untuk bersama-sama membaca dan mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an. Adat atau kebiasaan tersebut tentu sangat baik untuk terus dilestarikan dari waktu ke waktu. Selain sebagai bentuk ibadah yang mendatangkan pahala juga sebagai bentuk menghormati diturunkannya kitab suci Al-Qur’an di bulan suci Ramadan. Tentu, yang lebih baik lagi adalah tak sekadar membaca dan mengkhatamkan saja, akan tetapi juga berusaha merenungi isi atau kandungan ayat-ayat Al-Qur’an.

Berbicara tentang keutamaan membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadan, ada keterangan menarik yang saya peroleh dari laman NU Online (29/4/2020). Pada laman tersebut, M Farid menguraikan penjelasan KH. M. Yusrul Hana Sya’roni, bahwa ada 4 keistimewaan yang diberikan kepada seorang hamba yang mau bertadarus Al-Qur’an di bulan suci Ramadan. Pertama, sakinah (ketenangan hati). Kedua, rahmat yang melimpah. Ketiga, perlindungan dari malaikat. Keempat, namanya selalu dibanggakan Allah dan selalu disebut-sebut oleh Allah di hadapan para malaikat.

Keutamaan lain dari datangnya bulan Ramadan adalah untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Terkait hal ini Achmad Chodjim dalam buku Hidup Penuh Makna (2013) menjelaskan bahwa puasa Ramadan yang lamanya 29 atau 30 hari itu sebenarnya adalah sarana riyadhah atau pelatihan untuk menjadi manusia takwa yang memilih jalur puasa atau pengekangan diri. Hal terpenting bagi orang yang sedang berpuasa adalah mengekang diri dari hawa nafsunya di setiap keadaan.

Achmad Chodjim menambahkan, jika puasa dilakukan dengan benar, maka puasa merupakan ibadah terberat bagi manusia. Alasannya, karena puasa itu bukan hanya meninggalkan makan, minum, dan hubungan seksual di siang hari. Puasa adalah upaya mengekang dorongan hawa nafsu lahir dan batin. Jadi, wajar bila hanya puasa yang menjadi amalan untuk Tuhan.

Keutamaan bulan Ramadan berikutnya adalah; amalan kebaikan yang dilakukan umat Islam akan dilipatgandakan oleh Allah Swt. Alhafiz Kurniawan (NU Online, 5/5/2020) menuturkan tentang amalan kebaikan yang dilipatgandakan di bulan Ramadan. Ia mendasari keterangannya dengan mengutip keterangan Syekh Ibrahim Al-Baijuri dalam kitab Hasyiyatul Baijuri: “(Orang berpuasa) dianjurkan segera memperbanyak sedekah karena Rasulullah Saw adalah orang paling murah hati di bulan Ramadan. Seseorang dapat melakukan kebaikan secara umum karena ganjaran amal kebaikan apa pun bentuknya akan dilipatgandakan dibandingan ganjaran amal kebaikan yang dilakukan di luar bulan Ramadan”.

Mengingat bulan suci Ramadan kali ini bertepatan dengan merebaknya wabah corona, maka akan sangat cocok sekali bila kita lebih menggiatkan diri bersedekah, membantu mereka yang tengah didera kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi corona yang begitu meresahkan penduduk dunia.

Selain keutamaan-keutamaan yang telah saya uraikan di atas, tentu saja masih banyak keutamaan lain di bulan suci Ramadan yang masih bisa digali lagi oleh para pembaca yang budiman. Mudah-mudahan tulisan sederhana ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan semoga virus corona segera lenyap dari muka bumi ini. Wallahu a’lam bishawab.   

***

222

Sam Edy Yuswanto, Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers