web analytics
  

Badai Amphan Hantam India dan Bangladesh, Jutaan Orang Mengungsi

Rabu, 20 Mei 2020 21:39 WIB
Umum - Internasional, Badai Amphan Hantam India dan Bangladesh, Jutaan Orang Mengungsi, Badai Amphan Hantam, India, Bangladesh,

Badai Amphan menghantam warga di pantai Teluk Bengal, Bangladesh, Rabu (20/5/2020). (AFP)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Badai Amphan disertai hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut tinggi menghantam wilayah timur India dan Bangladesh pada Rabu (20/5/2020), di tengah situasi dan upaya dua negara tersebut menghadapi pandemi virus corona COVID-19.

Menteri Muda untuk Manajemen Bencana Bangladesh Enamur Rahman menyebut sekitar 2,4 juta orang di distrik paling rawan telah dievakuasi ke lebih dari 15.000 tempat pengungsian sebelum badai terjadi.

"Cukup sulit mengevakuasi penduduk sementara kita juga menjaga pembatasan jarak. Kami bahkan telah menggandakan angka jangkauan pusat badai untuk memastikan jarak aman dan kebersihan terjaga," kata Rahman.

Pejabat Bangladesh lainnya menyatakan bahwa mereka juga telah memindahkan ratusan pengungsi Rohingya, yang datang dari Myanmar dan tinggal di pulau rawan banjir di kawasan Teluk Benggala, ke tempat pengungsian lain.

Di sisi lain, lahan pertanian dan perkebunan warga kemungkinan besar rusak karena tersapu badai. Sebelumnya, para petani diminta untuk memindahkan hasil pertanian dan ratusan ribu hewan ternak mereka ke dataran yang lebih tinggi.

"Untungnya, masa panen padi sudah hampir usai. Namun tetap saja badai ini meninggalkan jejak kerusakan," ujar pejabat senior di Kementerian Pertanian Bangladesh Mizanur Rahman Khan.

Departemen Meteorologi India menyatakan bahwa badai itu mulai menyapu daratan pada pukul 15.00 waktu setempat, setelah sempat berputar-putar selama beberapa hari di Teluk Benggala hingga kemudian menjadi badai topan terkuat yang melanda kawasan itu dalam sepuluh tahun terakhir.

Pejabat India di wilayah Odisha dan Benggala Barat menyebut bahwa angin kencang telah merusak atap bangunan dan menumbangkan pohon serta membengkokkan tiang listrik sehingga memutus aliran listrik ke sejumlah area.

Sementara pejabat di Kementerian Dalam Negeri India mengatakan otoritas Odisha dan Benggala Barat itu mengalami kesulitan untuk menempatkan ribuan penduduk karena lokasi pengungsian banyak digunakan sebagai pusat karantina pasien ODP COVID-19.

Sejumlah lokasi pengungsian tambahan sedang disiapkan di pasar-pasar dan gedung pemerintahan dengan dana bantuan untuk tetap menjaga pembatasan sosial, di samping masker yang dibagikan secara cuma-cuma.

Pihak kepolisian Benggala Barat menyebut beberapa warga menolak dievakuasi ke lokasi pengungsian karena khawatir terinfeksi virus corona, dan beberapa warga lainnya tidak ingin meninggalkan hewan ternak mereka.

"Kami sampai harus memaksa penduduk untuk meninggalkan rumah, meminta mereka mengenakan masker dan menempatkan mereka di gedung pemerintahan," kata seorang pejabat polisi Kolkata, ibu kota Benggala Barat, seperti dikutip dari Reuters.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Waspadai Virus Corona Baru, Beijing Lakukan Tes Covid-19 Massal

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:49 WIB

Pemerintah China mewaspadai munculnya varian baru virus Corona yang disebut lebih mudah menular.

Umum - Internasional, Waspadai Virus Corona Baru, Beijing Lakukan Tes Covid-19 Massal, Tes Covid-19,Beijing,Virus Corona Baru

Cina Rilis Film Covid-19

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 18:11 WIB

Film tersebut untuk memperingati 76 hari lockdown di wilayah itu.

Umum - Internasional, Cina Rilis Film Covid-19, film Covid-19, Wuhan,Cina,COVID-19,film Days and Night in Wuhan

Apa Tugas-Tugas Wakil Presiden AS, Kamala Harris?

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 13:49 WIB

Harris menghadiri semua rapat penting selama transisi pemerintahan.

Umum - Internasional, Apa Tugas-Tugas Wakil Presiden AS,  Kamala Harris?, Kamala Harris,Wakil Presiden Amerika Serikat (AS),Barbara Perry,tugas wakil presiden AS,Joe Biden,Barack Obama,Harris mengisi kelemahan Biden

Belasan Ribu Warga Israel Positif Covid-19 Setelah Divaksin Pfizer

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 11:50 WIB

Lebih dari 12.400 orang Israel terinfeksi virus corona Covid-19. Padahal mereka sudah menerima vaksinasi Covid-19 Pfizer...

Umum - Internasional, Belasan Ribu Warga Israel Positif Covid-19 Setelah Divaksin Pfizer, Vaksin Pfizer,Warga Israel positif Covid,positif Covid-19 setelah vaksinisasi,Vaksinisasi Pfizer,internasional,Vaksinisasi di Israel

Cina Klaim sebagai Penemu Kimchi, Korea Melawan

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 06:40 WIB

Aktivis sekaligus akademisi Korea Selatan yang terkenal menggunakan iklan untuk menepis klaim Cina tentang negara yang m...

Umum - Internasional, Cina Klaim sebagai Penemu Kimchi, Korea Melawan, kimchi,Cara Membuat Kimchi,Perang Kimchi,Kimchi Korea Selatan,Cina Klaim Penemu Kimchi

Joe Biden dapat Surat Pribadi dari Donald Trump

Internasional Kamis, 21 Januari 2021 | 19:22 WIB

Donald Trump meninggalkan surat kepada penggantinya Joe Biden sebelum meninggalkan Gedung Putih. Biden menyatakan, surat...

Umum - Internasional, Joe Biden dapat Surat Pribadi dari Donald Trump, Joe Biden,Donald Trump,Surat Pribadi

3 Harapan Indonesia untuk Joe Biden

Internasional Kamis, 21 Januari 2021 | 16:43 WIB

3 Harapan Indonesia untuk Joe Biden

Umum - Internasional, 3 Harapan Indonesia untuk Joe Biden, Presiden Amerika Serikat Joe Biden,Kamala Harris,Presiden terpilih AS Joe Biden,Joe Biden

Begini Cerita Nobita dan Sizuka Menikah di Stand by Me Doraemon 2

Internasional Kamis, 21 Januari 2021 | 14:01 WIB

Stand by Me Doraemon 2 menjadi film yang paling ditunggu-tunggu. Kabarnya film ini akan mulai tayang di Indonesia pada F...

Umum - Internasional, Begini Cerita Nobita dan Sizuka Menikah di Stand by Me Doraemon 2, Stand By Me Doraemon 2,Sinopsis Stand by Me Doraemon 2,Nobita dan Sizuka menikah,Nobita dan Sizuka,Doraemon,Doraemon 2

artikel terkait

dewanpers