web analytics
  

Pakai Masker Bisa Keracunan Karbon Dioksida? Cek Faktanya

Rabu, 20 Mei 2020 13:19 WIB

Sejumlah penyandang disabilitas menyelesaikan pembuatan masker kain di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik Netra Rungu Wicara dan Tubuh, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin (13/4/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah anggapan mengenai bahaya penggunaan Masker bermunculan, salah satunya memakai Masker dapat membuat penggunanya keracunan karbon dioksida dari napas sendiri.

Mereka pun khawatir tentang betapa berbahayanya hal ini dan seberapa sedikit oksigen yang dihirup daripada karbon dioksida.

Dalam kasus yang jarang terjadi, sebenarnya kondisi ini bisa sangat berbahaya, menurut National Institutes of Health (NIH).

Dilansir dari Health, NIH mengatakan mengirup CO2 tingkat tinggi mungkin mengancam jiwa.

Hiperkapnia (toksisitas karbon dioksida) juga dapat menyebabkan sakit kepala, vertigo, penglihatan ganda, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, tinitus (mendengar suara seperti dering atau dengung, yang tidak disebabkan oleh sumber luar), kejang, maupun mati lemas karena perpindahan udara.

Namun, sejumlah hal tersebut terjadi pada level tinggi. "Itu harus menjadi konsentrasi yang cukup tinggi untuk dapat menyebabkan kerusakan," kata Bill Carroll , PhD, seorang  profesor kimia di Universitas Indiana, Bloomington.

"CO2 hadir di atmosfer pada tingkat sekitar 0,04%. Akan berbahaya di atmosfer ketika itu lebih besar dari sekitar 10%," sambungnya.

Mungkin juga memiliki terlalu sedikit CO2. "Ini adalah saat Anda mengeluarkan napas terlalu cepat atau terlalu sering. Jika Anda menahan napas, Anda menghasilkan terlalu banyak CO2."

"Masalah intinya adalah CO2 mengatur pH darah, terlalu banyak CO2, darah menjadi terlalu asam. Terlalu sedikit, itu menjadi terlalu mendasar (basa). Dalam kedua kasus itu, tubuh Anda mendeteksi perubahan keasaman dan Anda pingsan."

Sejauh mana Masker dapat memengaruhi tingkat CO2 pada Masker, tergantung pada bahan dan seberapa ketatnya Masker itu.

"Saya pikir sangat tidak mungkin Anda pingsan karena kekurangan oksigen akibat Masker kain, yang umumnya tidak pas dengan wajah Anda. Saat mengembuskan napas atau mengirup udara, udara bisa mengitari Masker juga melalui pori-pori material."

Kelli Randell, MD, ahli penyakit dalam dan penasihat medis di Aeroflow Healthcare, mengatakan, penggunaan Masker dalam waktu lama, termasuk respirator N95, belum terbukti menyebabkan keracunan karbon dioksida pada orang sehat.

"Karena bernapas sedikit lebih sulit dengan Masker, saya merekomendasikan untuk pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) parah atau penyakit paru-paru lain yang membuat sulit bernapas mempertimbangkan penggunaan Masker," kata Randell.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers