web analytics
  

32 Tahun Mencari Anaknya yang Hilang, Perjuangan Orang Tua Ini Berakhir Manis

Rabu, 20 Mei 2020 12:09 WIB
Umum - Internasional, 32 Tahun Mencari Anaknya yang Hilang, Perjuangan Orang Tua Ini Berakhir Manis, 32 Tahun, orang hilang, anak hilang, hilang anak, Perjuangan, Orang Tua, Berakhir Manis,

[Ilustrasi] Keluarga. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang lelaki asal Cina yang diculik 32 tahun lalu akhirnya bertemu dengan keluarganya lagi, Senin (18/5/2020), berkat bantuan teknologi pengenal wajah.

Mao Yin, menjadi korban penculikan saat masih berusia dua tahun. Dia diculik ketika berada di luar sebuah hotel di kota Xi'an, Cina pada 1988.

Dia kemudian dijual kepada pasangan suami istri yang tidak memiliki anak di provinsi Sichuan. Pihak kepolisian tak membeberkan informasi orang tua angkat Mao, sebagaimana dilaporkan CNN.

Mao yang dibesarkan dengan nama Gu Nangning tak mengetahui bahwa dia merupakan korban penculikan. Kedua orang tua kandungnya terus mencarinya selama lebih dari tiga dekade.

Kronologi ditemukanya Mao dengan keluarga kandungnya berawal pada April 2020. Polisi Xian menerima informasi bahwa seorang pria di provinsi Sichuan telah membeli anak dari Shaanxi pada akhir 1980-an.

AYO BACA : Wanita Ini Meninggal Setelah Melahirkan, Tapi Menyelamatkan 50 Hidup Orang Lain

Polisi yang sudah lama menerima laporan hilngnya Mao menggunakan teknologi pengenal wajah untuk menemukannya. Lewat foto masa kecil Mao, polisi membuat gambar tiruannya sebagai orang dewasa.

Foto prediksi Mao saat dewasa itu kemudian dibandingkan dengan foto-foto di basis data nasional.

Namun, pihak kepolisian tak merinci bagaimana proses perbandingan foto-foto tersebut, sebagaimana diberitakan media televisi China, CCTV.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi melacak keberadaan pria mirip citra dewasa Mao di kota Mianyang. Tes DNA menjadi pembuktian dalam temuan tersebut.

Mao dan keluarga akhirnya dipertemukan pada Senin (18/5/2020), lewat konferensi pers yang diadakan pihak kepolisian Xi'an.

AYO BACA : Demi Cinta, Kakek 99 Tahun Jalan Kaki 9 Km Setiap Hari Jenguk Istri

"Aku tidak ingin dia meninggalkanku lagi. Aku tidak akan membiarkan dia meninggalkanku lagi," kata Li Jingzhi, ibu dari anak diculik yang bertemu keluarganya ini seperti dikutip CNN, Rabu (20/5/2020).

Mao yang kini berkarier di dunia bisnis dekorasi rumah menyebut bakal pindah dari Sichuan ke Xi'an untuk tinggal bersama kedua orang tuanya.

Uniknya, sebelum benar-benar berjumpa keluarga kandung, Mao mengaku sempat menonton berita di televisi mengenai sang ibu Li Jingzhi berbicara terkait putranya yang hilang.

Saat itu Mao mengaku kagum dan tersentuh dengan kegigihan Li, tanpa mengetahui bahwa dia adalah anak yang dicari-cari Li selama puluhan tahun.

Menurut laporan Xinhua, polisi telah menemukan dan mempertemukan kembali lebih dari 6.300 anak-anak yang diculik di Cina sejak Kementerian Keamanan Publik membentuk basis data DNA nasional pada 2009.

Hingga kini, tak diketahui berapa banyak kasus penculikan anak di Cina setiap tahunnya. Namun, situs "Baby Come Home", platform yang banyak digunakan orang tua Cina untuk melaporkan kasus anak hilang, mencatat ada sekitar 51 ribu keluarga yang tengah mencari anaknya.

AYO BACA : Nenek 99 Tahun Baru Terima Surat Cinta dari Tunangannya yang Hilang di PD II

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers