web analytics
  

Tanda Hipertensi pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Rabu, 20 Mei 2020 11:42 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Tanda Hipertensi pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!, Tanda Hipertensi, gejala hipertensi, hipertensi Anak, Orang Tua, Wajib Tahu,

[Ilustrasi] Anak sakit akibat hipertensi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Anak bisa mengalami hipertensi. Berbeda dengan orang dewasa, hipertensi pada anak dibagi dalam tiga kategori berdasarkan derajatnya.

Konsultan Nefrologi Anak DR Dr Krisni Subandiyah, Sp. A (K) menjelaskan, hipertensi pada anak dibedakan menjadi hipertensi ringan atau derajat 1, derajat 2, dan krisis hipertensi.

"Usia 1-13 tahun tensi 130/80 sampai 138/89 itu sudah kita kategorikan sebagai hipertensi derajat 1. Anak usia di atas 13 tahun juga sama," kata Krisni dalam siaran langsung bersama Instagram Ikatan Dokter anak Indonesia (IDAI), Selasa (19/5/2020).

AYO BACA : Pasca-Lebaran Penyakit Diabetes dan Hipertensi Mendominasi

Sementara derajat 2, lanjutnya, apabila tensi anak lebih atau sama dengan 140/90 mmHg. Sedangkan kondisi krisis hipertensi dialami pasien anak saat dalam keadaan mendadak dibawa ke rumah sakit dan tensinya mencapai 180/130 mmHg atau lebih.

Krisni menyampaikan bahwa hipertensi pada anak tidak memiliki gejala fisik yang jelas. Karena itu, anak kerap dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan derajat 2 atau krisis hipertensi.

"Kadang kalau pasien krisis hipertensi pun kalau datang ke poliklinis itu bukan datang untuk hipertensi. Jadi biasanya datang karena ada gejala yang lain," kata Krisni.

AYO BACA : Obesitas Hingga Hipertensi Intai Indonesia di Era 4.0

Menurutnya, tidak ada gejala yang jelas saat hipertensi anak masih pada kategori derajat 1.  Tetapi pada hipertensi derajat 2, ada beberapa gejala yang bisa dialami anak.

"Misalnya anak sering sakit kepala, vertigo, kadang-kadang anak mengalami gangguan penglihatan. Sering disertai mual dan muntah-muntah. Kalau sudah krisis hipertensi pasien biasanya sudah kejang atau koma," ucapnya.

Selain anak-anak, Krisni menyampaikan bahwa bayi juga bisa mengalami hipertensi. Penyebab yang paling sering terjadi karena adanya kelainan pada ginjal atau ada penyempitan pada darah.

Pada bayi dan anak-anak, 60% sampai 80% adalah kasus hipertensi sekunder atau disebakan karena ada gangguan kesehatan lain. Sementara itu, hipertensi primer terjadi pada sekitar 30 persen kasus.

AYO BACA : 5 Cara Ini Dipercaya Bisa Turunkan Hipertensi

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers