web analytics
  

Kemenhub Akan Berlakukan Penyekatan Transportasi di Jabodetabek

Rabu, 20 Mei 2020 10:13 WIB
Umum - Nasional, Kemenhub Akan Berlakukan Penyekatan Transportasi di Jabodetabek, jokowi, mudik gara-gara corona, corona, larangan mudik, pekerja informal, mudik saat wabah, mudik lebaran, kemenhub, psbb, kendaraan dilarang melintas, penyekatan jalan

Ilustrasi (suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, fase pertama pengawasan jalur mudik akan ditingkatkan setelah 23 Mei 2020. Hal tersebut akan dilakukan dengan penyekatan kendaraan di Jabodetabek.

“Fase selanjutnya, puncaknya Lebaran 24-25 Mei 2020. Fase satu langkahnya tetap dilakukan tapi di fase kedua kita akan dilakukan konsentrasi penyekatan lalu lintas di Jabodetabek,” kata Adita dalam konferensi video, Selasa (19/5).

AYO BACA : Aturan Mudik Kemenhub Dinilai Tak Tegas

Terlebih, Adita menuturkan DKI Jakarta sudah melakukan pengetatan keluar masuknya orang dan pelarangan mudik di saat Lebaran 2020. Hal tersebut dapat dikatakan seperti adanya larangan pemudik lokal.

“Ini akan ada tegas penyekatan perjalanan jarak pendek seperti Jakarta-Cirebon, Jakarta-Kuningan, Jakarta-Brebes, dan Jakarta-Bandung. Kendaraan yang memaksa mudik akan dikeluarkan di kilometer 31,” ungkap Adita.

AYO BACA : Bupati Bogor Nilai Aturan Baru Kemenhub Tidak Dukung PSBB

Selanjutnya fase ketiga yakni setelah puncak Lebaran yang pengawasannya akan dilakukan penguatan personel. Adita menuturkan personel akan diperkuat dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Jasa Marga untuk penyekatan ke luar masuk kendaran di Jabodetabek.

Selanjutnya, Adita memastikan kendaraan akan disemprot disinfektan yang akan masuk ke Jakarta. Begitu juga dengan rest area di jalan tol akan diatur bekerja sama dengan pengelola jalan tol.

Meskipun terdapat tiga fase, Adita menegaskan, pengawasan seperti yang dilakukan pada fase pertama hingga 23 Mei 2020 tetap dilakukan. “Aturan tetap tegas ya masyarakat yang tetap mudik akan dikembalikan. Travel yang memaksa tetap angkut pemudik akan ditindak tegas dan dikenakan sanksi tilang atau mobil dikandangkan,” ungkap Adita.

Begitu juga pengawasan di jalan alternatif yang berpotensi menjadi jalan tikus akan dijaga ketat oleh kepolisian. Bus yang boleh mengangkut penumpang yang ditetapkan sesuai syarat dari Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ditempel stiker khusus agar memudahkan pengawasan.

AYO BACA : Bingungnya Kelurahan saat Ditanya Warga soal Mudik

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers