web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Dikontrak Rp5 Triliun, Donald Trump Tunjuk Perusahaan Baru Produksi Obat Covid-19

Selasa, 19 Mei 2020 21:54 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintahan Donald Trump menunjuk perusahaan baru untuk pembuatan obat Covid-19. Menyadur New York Times, mereka sudah menandatangi kontrak empat tahun dengan nilai Rp5 triliun.

Perusahaan baru ini terletak di Richmond, Virgnia namun proses pembuatan obat generik Covid-19 ini akan dilakukan di luar negeri, yaitu China dan India.

AYO BACA : Tak Terjangkit Covid-19, Trump Akui Minum Hydroxychloroquine Setiap Hari

"Ini adalah titik balik bersejarah dalam upaya Amerika untuk memproduksi farmasi dan rantai pasokan," ujar Peter Navarro, penasihat perdagangan Trump pada Senin (18/05/2020) malam.

Keputusan Donald Trump dalam menunjuk perusahaan baru menyisakan tanda tanya pada sejumlah kalangan.

AYO BACA : Donald Trump Janji Vaksin Corona Bakal Tersedia Akhir 2020

Kontrak tersebut memiliki nilai yang sangat besar dan tentu saja, Amerika Serikat masih memiliki banyak perusahaan pembuat obat lainnya.

Namun, produsen yang beroperasi di Amerika Serikat umumnya membuat produk jadi menggunakan bahan baku yang diimpor dari tempat lain dan mereka memang tidak membuat bahan mentah.

Di sisi lain, China adalah pemasok global utama bahan baku yang digunakan dalam banyak obat umum, termasuk antibiotik seperti penisilin dan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan aspirin.

Sedangkan India sempat disanjung oleh Donald Trump dalam Twitter pribadinya sebagai negara yang memilki pemimpin kuat dan jiwa kemanusiaan yang kuat.

Sanjungan ini diangkat oleh Trump karena India memberi izin ekspor obat malaria hydroxychloroquine, yang digemborkan sebagai obat corona paling mujarab versi Trump.

AYO BACA : Donald Trump Klaim Punya Bukti Covid-19 Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers