web analytics
  

Sehatkah Makanan Bersantan Dihangatkan Berulang?

Rabu, 20 Mei 2020 03:40 WIB

[Ilustrasi] Makanan bersantan. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- kuliner lebaran identik dengan makanan bersantan. Namun, jika makanan bersantan itu tidak habis dan dihangatkan berulang, apakah makanan itu masih layak dan sehat?

Ahli Gizi dari Divisi Kedokteran Keluarga, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IKK FKUI), dr Dian Kusumadewi, M. Gizi, mengatakan, makanan bersantan itu baiknya langsung habis. Namun, kadang karena banyak tamu dan lain-lain, banyak orang memasak dalam porsi besar dan masakan itu dihangatkan jika ada tamu.

“Ini sebenarnya zat gizinya berkurang, jadi memang untuk pemenuhan kalorinya cukup, ada lauknya hewani atau nabati, tapi sebenarnya kandungan gizinya sudah berkurang kalau sudah dihangatkan,” katanya.

Dia mengatakan, mungkin perlu ditambah dengan lauk pauk yang baru dan sayur mayur. Biasanya, kata dia, konsumsi serat saat Lebaran sangat kurang.

“Kalau hari pertama kita masih makan sayur labu, sayur pepaya, untuk hari-hari selanjutnya kita cari yang gampang deh karena enggak ada asisten rumah tangga di rumah, rebus-rebusan, bayam, wortel, labu siam, ketimun, tomat juga boleh, jadi tetap ada bagian dari sumber serta yang kita konsumsi, walaupun pada saat lebaran."

Menurutnya, makanan bersantan yang dipanaskan berulang itu tidak sehat. Karena kandungan zat gizi berkurang. “Sehingga kita hanya makan saja, asal kenyang, kalori cukup tapi enggak ada zat gizinya, buat apa,” tambahnya.

Apa dampaknya bagi kesehatan?

Kalau makanan terlalu banyak santan, struktur lemak sudah berubah. Jika makan terlalu banyak lemak, profil lemak dalam tubuh bisa meningkat. Tak heran jika ada orang yang sering mengeluhkan hiperkolesterol. Jika terlalu banyak makanan berlemak, maka komponen trigelserida, HDL, LDL itu mungkin bisa meningkat.

Dokter Spesialis Gizi Klinis, dr Tirta Prawita Sari, SpGK, MSc menambahkan, makanan bersantan akan mengubah makanan yang mengandung lemak menjadi lemak jahat yang akan membahayakan kesehatan jantung. Bila dikonsumsi berlebihan akan mempengaruhi kadar lemak dalam darah.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers