web analytics
  

Ditjen PAS Jelaskan Kronologi Penangkapan Kembali Bahar bin Smith

Selasa, 19 Mei 2020 09:51 WIB
Umum - Regional, Ditjen PAS Jelaskan Kronologi Penangkapan Kembali Bahar bin Smith, Bahar bin Smith, penganiayaan, Lapas Gunung Sindur, Kemenkumham

Ilustrasi -- Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja, Habib Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan sela di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (21/3/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) kembali membawa Bahar bin Smith ke penjara. Padahal ia baru saja bebas menghirup udara bebas 4 hari lalu usai mendekam di Lapas Klas II A Cibinong, Kabupaten Bogor.

Bahar kembali ditangkap diduga karena melanggar sejumlah aturan pembebasan bersyarat dalam program asimilasi. Ia dijemput aparat pada Selasa (19/5/2020) dini hari.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Reynhard Silitonga menjelaskan kronologi penjemputan atau penangkapan Bahar untuk dibawa ke Lapas Khusus Gunung Sindur.

Silitonga menyebut, pada pukul 01.45 WIB, Selasa (19/5/2020) dini hari, tim dari Direktorat Kamtib Ditjen PAS dibantu Brimob Polda Jawa Barat mendatangi kediaman Bahar.

AYO BACA : Baru Bebas, Bahar Bin Smith Kembali Dijebloskan ke Penjara

"Bergerak menuju kediaman narapidana Habib Bahar," kata Silitonga melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (19/5/2020).

Kemudian, setibanya di kediaman Bahar sekitar pukul 02.00 WIB, Kalapas Klas IIA Cibinong membacakan Surat Keputusan Pencabutan asimilasi kepada Bahar bin Smith.

"Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Bogor melakukan eksekusi narapidana Habib Bahar Assyahid Bahar ke Lapas Kelas IIA Gunung Sindur," ujar Silitonga.

Hingga akhirnya, pada pukul 03.15 WIB, Bahar tiba di Lapas Gunung Sindur dan dilakukan sejumlah pengecekan dan pemeriksaan kesehatan.

AYO BACA : Kembali Berdakwah, Status Asimilasi Bahar bin Smith Terancam Dicabut

"Itu termasuk rapid test Covid-19. Juga dilakukan penggeledahan badan dan barang," ucap Silitonga.

Untuk diketahui, Bahar disebut telah melanggar sejumlah aturan khusus dan membuat keresahan di tengah masyarakat dalam pembebasan asimilasi yang telah diberikan Kemenkum HAM RI.

Pertama, Bahar menghadiri dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah. "Ceramahnya, telah beredar berupa video yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat," ujar Silitonga.

Kemudian, Bahar juga dinyatakan melanggar aturan dalam pelaksanaan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi darurat Covid-19 di Indonesia. "Telah mengumpulkan masa (orang banyak) dalam pelaksanaan cermahnya," katanya.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/9HruPkpXpX4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Bebas, Habib Bahar Disambut Ribuan Orang Sambil Berdesak-desakkan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers