web analytics
  

Sering Lelah saat Diam di Rumah? Ini Penyebabnya

Senin, 18 Mei 2020 13:52 WIB

[Ilustrasi] Lelah. (Unsplash)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Jika merasa cepat dan sering lelah saat diam di rumah, hal itu disebabkan sejumlah hal.

Dilansir dari Huffpost, meskipun energi Anda tidak digunakan untuk pergi ke kantor, sekolah, maupun hal lain tapi pandemi telah mengubah drastis gaya hidup yang memiliki dampak lebih besar pada kesehatan mental dan tingkat energi.

Stres jangka panjang yang mungkin dirasakan sebagai akibat Covid-19 dan aliran berita yang terus-menerus tentang hal itu tidak bisa diremehkan dan bisa menyebabkan keausan pada tubuh.

AYO BACA : Doa Agar Terhindar dari Rasa dan Sifat Malas

"Orang-orang menghadapi tantangan yang benar-benar mengaktifkan sistem saraf simpatik, jadi ini semacam respons klasik," kata Craig N Sawchuk, seorang psikolog di Mayo Clinic.

“Anda mendapatkan pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol berlebihan dan konstan, di situlah kita mengalami masalah fisik ini," kata dia.

Menurut Sawchuk, ketika otak Anda terus-menerus berusaha beradaptasi dengan ketidakpastian, ketakutan, dan tantangan, tubuh secara fisik menjadi lelah karena mengelola stres emosional.

AYO BACA : Resep Biskuit Tiramisu untuk Camilan Saat Buka Puasa

"Dan di situlah Anda mulai melihat beberapa masalah energi mulai terjadi di mana Anda merasa lelah," kata Sawchuk.

"Kita mungkin benar-benar beristirahat lebih banyak, kadang-kadang tanpa sengaja tapi itu bukan jenis istirahat yang restoratif," tuturnya.

Sawchuk menyatakan, energi fisik, emosional, dan mental yang semuanya berasal dari wadah yang sama. Karenanya, hal itu menguras berbagai sistem dalam kehidupan secara terus-menerus malah bisa melemahkan tubuh.

Bagi Sawchuk, bagian dari membangun ketahanan adalah belajar untuk menerima dan beradaptasi dengan keadaan. Dengan kata lain, tidak ada yang harus disesalkan dengan segala sesuatu yang tertunda.

"Kita harus waspada ketika kita membuat perbandingan yang tidak adil antara diri kita dengan orang-orang yang kita pikir melakukan yang terbaik," kata Sawchuk.

“Tujuan Anda bukan untuk menjadi sempurna. Tujuan Anda adalah menjadi cukup baik. Menjadi cukup baik adalah bersikap baik kepada diri kita sendiri," kata dia.

AYO BACA : Resep Tumis Pokcoy Anti-ribet untuk Sahur

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers