web analytics
  

Kematian Menurun, WHO Peringatkan Gelombang Kedua Covid-19

Senin, 18 Mei 2020 12:11 WIB

Aktivitas warga di Jalan Ir Juanda, Kota Bandung, Minggu (17/5/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

WHO memperingatkan penurunan kematian akibat virus corona yang terjadi akhir-akhir ini bukanlah sesuatu hal yang harus dirayakan.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa penurunan kematian akibat virus corona bukanlah sesuatu hal yang harus dirayakan.

Dr Hans Kluge Direktur WHO untuk kawasan Eropa mengatakan, pemerintah di masing-masing negara harus mempersiapkan gelombang kedua Covid-19 yang diprediksi datang pada musim dingin.

AYO BACA: LIPI Rilis Daftar Produk Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Disinfektan

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

Kluge juga memberikan peringatan bahwa status lockdown seharusnya jangan dibuka terlebih dahulu sebelum pandemi ini benar-benar musnah.

Dia lantas membandingkan kondisi di Benua Biru dengan Singapura dan Jepang yang tetap waspada terhadap virus corona, kendati angka kematian akibat Covid-19 di kedua negara tersebut telah mengalami penurunan.

"Saya sangat prihatin dengan mungkin akan terjadi pada musim gugur nanti, karena kita bisa menghadapi Covid-19 gelombang kedua, sama seperti flu musiman atau campak," ujarnya kepada The Telegraph, seperti dikutip dari Mirror, Senin (18/5/2020).

Tak hanya WHO, pendapat yang sama juga diungkapkan Robin Shattock, peneliti dari Imperial College London, yang memperingatkan adanya gelombang kedua virus corona pada akhir tahun ini.

AYO BACA: Pemerintah Gratiskan Akses Internet Akibat Corona?

AYO BACA: Salat Tarawih Boleh Dilaksanakan Seperti Tahun Lalu?

AYO BACA: Ada Negara Buang Jenazah Pasien Covid-19 ke Laut?

"Bahaya besar yang sebenarnya adalah jika kita melihat jenis kasus Covid-19 pada musim dingin mendatang, dan saat itu kita juga terserang flu musiman. Itu bisa menjadi 'penghinaan' berlipat bagi penyedia layanan kesehatan," tuturnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers