web analytics
  

Terus Alami Deforestasi, Hutan Amazon Bisa Jadi Sumber Virus Selanjutnya

Senin, 18 Mei 2020 10:54 WIB
Umum - Internasional, Terus Alami Deforestasi, Hutan Amazon Bisa Jadi Sumber Virus Selanjutnya, Virus Corona, Hutan Amazon, Brasil

Ilustrasi kelelawar buah. (Shutterstock)

BRASILIA, AYOBANDUNG.COM -- Para ilmuwan mengatakan, sumber wabah virus Corona selanjutnya bisa berasal dari hutan hujan Amazon. Hal tersebut karena tingginya angka deforestasi di sana.

Para ahli menyebut urbanisasi daerah yang dulu liar berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonis, yang berpindah dari hewan ke manusia, termasuk virus Corona (Covid-19) yang diyakini para ilmuwan berasal dari kelelawar sebelum ditularkan ke manusia, di Provinsi Hubei yang mengalami urbanisasi.

Seorang ahli ekologi asal Brasil, David Lapola, mempelajari bagaimana aktivitas manusia akan membentuk kembali ekosistem hutan tropis di masa depan dan mengatakan proses yang sama juga berlaku di Amazon.

AYO BACA : Donald Trump Janji Vaksin Corona Bakal Tersedia Akhir 2020

"Amazon adalah tempat penyimpanan virus yang sangat besar," ucap David Lapola kepada AFP dalam sebuah wawancara, seperti yang dikutip dari Science Alert, Senin (18/5/2020).

Hutan hujan terbesar di dunia menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan karena adanya deforestasi. Menurut jurnalbumi, deforestasi merupakan proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk diambil kayunya atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan.

Tahun lalu, deforestasi di Amazon melonjak 85 persen dengan lebih dari 10.000 kilometer persegi atau sekitar seluas Lebanon.

AYO BACA : Protes ke Pemerintah, Tenaga Medis Balik Badan Saat PM Belgia Kunjungi RS

Tren ini terus berlanjut pada tahun 2020. Dari Januari hingga April 2020, sebesar 1.202 kilometer persegi lenyap dan membuat rekor baru untuk empat bulan pertama pada tahun ini.

"Itu adalah berita buruk. Tidak hanya untuk planet ini tetapi juga untuk kesehatan manusia. Ketika manusia menciptakan ketidakseimbangan ekologis, saat itulah virus dapat melompat," tambah Lapola.

Lapola menambahkan bahwa pola serupa dapat dilihat dari HIV, Ebola, dan demam berdarah di mana semua virus yang muncul atau menyebar dalam skala besar diakibatkan karena ketidakseimbangan ekologis.

Sejauh ini, sebagian besar wabah tersebut telah terkonsentasi di Asia Selatan dan Afrika. Tetapi keanekaragaman hayati besar Amazon bisa menjadikan kawasan hutan itu sebagai "kumpulan virus Corona terbesar di dunia". Lapola merujuk pada virus Corona secara umum, bukan Covid-19 yang tengah terjadi saat ini.

Lapola memperingatkan bahwa itu adalah salah satu alasan untuk tidak menggunakan Amazon secara tidak rasional seperti sekarang. Jika tidak, maka dunia bisa menghadapi lebih banyak wabah.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/R2LIi2_LDyQ" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Thailand Wajibkan Tunda Berhubungan Intim Sampai 30 Hari Sejak Bebas Covid-19

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers