web analytics
  

Mudik Tetap Dilarang Meski PSBB tidak Diperpanjang

Jumat, 15 Mei 2020 14:23 WIB
Umum - Regional, Mudik Tetap Dilarang Meski PSBB tidak Diperpanjang, psbb, berita purwakarta, psbb jabar, corona, ridwan kamil, mudik

Ilustrasi (Pemprov Jabar)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Jawa Barat masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 20 Mei. Jika PSBB tidak diperpanjang, masyarakat tetap dilarang mudik dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Hal ini ditegaskan Kapolda Jawa Barat Inspektur Polisi Rudy Sufahriadi yang tetap melarang masyarakat untuk mudik Hari Raya Idul Fitri meskipun nantinya PSBB di Jawa Barat tidak diperpanjang. Rudy mengatakan hal ini sesuai dengan larangan yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Itu pasti (tetap dilarang mudik), perintah presiden jangan mudik,” kata Rudy di sela-sela kegiataj pembagian sembako di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jumat (15/5).

AYO BACA : Mudik Lokal Bandung Raya, Begini Tanggapan Polda Jabar

Ia mengatakan, saat ini PSBB masih berlangsung. Pengecekan di titik-titik yang ditentukan di masing-masing wilayah dalam rangka PSBB masih dilakukan. Termasuk penyekatan kendaraan yang keluar masuk suatu wilayah.

Menurutnya, nantinya PSBB ini akan dievaluasi untuk nantinya akan kembali diperpanjang penerapannya atau dihentikan. Meski demikian apapun keputusan yang mantinya dikeluarkan Gubernur Jawa Barat, mudik tetap akan dicegah oleh kepolisian.

“Kita sudah melakukan, di purwakarta juga sudah ada PSBB dan sebagainya. Jadi kita berharap dipatuhi anjuran pemerintah itu untuk tidak mudik,” ujarnya.

AYO BACA : Kapolri: Anggota Polri Dilarang Mudik

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menambahkan, jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Purwakarta juga tetap dilarang mudik. Apalagi, libur cuti bersama juga sudah dipindah ke bulan Desember.

”Jadi diusahakan seluruh PNS karena akan diberdayakan di seluruh check point untuk kemudian bukan hanya cek point kabupaten tapi juga desa dan kelurahan harus memantau. Jadi dibutuhkan juga tenaga dan pikirannya,” tutur Anne di lokasi yang sama.

Anne mengatakan, bagi ASN yang nekat mudik ada sanksi yang sudah disiapkan sesuai surat edaran yang telah dikeluarkan BKPSDM. ASN terancam hukuman indisipliner mulai dari teguran hingga penundaan promosi jabatan.

“Kita tegaskan untuk tidak mudik karena cuti bersama diganti pada bulan Desember,” ujarnya.

Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah sejak 24 April lalu dalam rangka penyebaran penyakit Covid-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi ini. Sejumlah titik pun dijaga aparat kepolisian untuk mencegah masyarakat yang masih nekat mudik. Bagi warga yang ketahuan akan mudik maka petugas akan meminta untuk memutar balik kendaraan.

AYO BACA : THR Cair, Dahulukan Belanja atau Nabung?

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:26 WIB

Sebanyak 670 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon menjalani tes swab.

Umum - Regional, Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon,Swab test di lapas Cirebon,Cirebon,narapidana positif Covid-19

Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:09 WIB

Obat ini bisa menyebabkan kantuk dan mabuk jika dikonsumsi berlebihan.

Umum - Regional, Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras, Razia obat keras,Razia masker Tasikmalaya,Tasikmalaya,Operasi Yustisi Tasikmalaya

Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 12:23 WIB

IL juga menyayangkan keputusan hakim Pengadilan Agama Sumber yang mengabaikan seluruh bukti dan saksi, bahwa pernikahan...

Umum - Regional, Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim, Rekayasa buku nikah,KPAID Kabupaten Cirebon,Ketua KPAID Kab Cirebon,Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon,Cirebon

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:15 WIB

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat,Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Barat

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:32 WIB

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Umum - Regional, PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak, Banjir Puncak,Banjir Puncak Bogor,korban banjir Puncak,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),PVMBG

Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Co...

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:36 WIB

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Dewi Sartika di Kawalu menj...

Umum - Regional, Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Covid-19, Pemkot Tasikmalaya,RSUD Dewi Sartika,RS Darurat Covid-19

Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:14 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur geram saat menemukan beras dalam karung yang tidak berlabel program Bantuan Pangan Non Tu...

Umum - Regional, Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber, DPRD Kabupaten Cianjur

Wagub Uu Ruzhanul Ulum: Orang Sunda Memiliki Karakter Hebat

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:01 WIB

Tiga karakter orang Sunda: Orang Sunda terkenal ramah; orang Sunda menerima siapa pun yang datang ke tanah Sunda; dan or...

Umum - Regional, Wagub Uu Ruzhanul Ulum: Orang Sunda Memiliki Karakter Hebat, Panitia Kongres Sunda,Webinar Kongres Sunda,Kongres Sunda,Ekonomi Jawa Barat,Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Vaksinasi Covid-19

artikel terkait

dewanpers