web analytics
  

Lawan Covid-19 dengan Self-Healing

Sabtu, 16 Mei 2020 02:00 WIB Netizen Ahliya Nazra

Ilustrasi. (Pixabay/Shahariar Lenin)

AYOBANDUNG.COM -- Penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin meluas. Tercatat seluruh provinsi di Indonesia sudah terpapar virus ini dengan pasien yang positif mencapai 14.749 kasus (per tanggal 12 Mei 2020).

Imbauan untuk melakukan physical distancing terus digencarkan oleh pemerintah agar penyebaran Covid-19 dapat diatasi. Sebelumnya WHO sudah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Fenomena ini tidak bisa dianggap remeh oleh masyarakat karena penularan penyakit ini sangat cepat dengan rIsiko kematian yang cukup besar.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi fenomena ini. Selain itu pemerintah daerah memiliki andil yang besar untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Saat ini PSBB mulai diberlakukan di berbagai daerah sebagai bentuk penanggulangan pandemi ini.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/UI7eNvZ7Aq8" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Di samping melakukan upaya tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga jarak agar terhindar dari penularan Covid-19.

Adanya kebijakan physical distancing dan work from home memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat dan pemerintah. Kebijakan ini dinilai dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Istilah bumi sedang istirahat muncul karena kebijakan ini membuat berbagai tempat di dunia yang semula ramai dipenuhi oleh manusia kini terasa lengang. Selain itu, polusi udara di beberapa daerah mulai berkurang dan beberapa tempat mulai pulih kembali setelah mengalami kerusakan akibat ulah manusia.

Di balik dampak positif dari kebijakan ini, muncul dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat. Maraknya peristiwa panic buying menimbulkan kepanikan bagi sebagian masyarakat dan menyebabkan persediaan barang semakin menipis. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena fenomena ini baru dirasakan oleh masyarakat yang membuat masyarakat berupaya untuk memenuhi persediaan kebutuhan sebagai bentuk perlindungan diri.  

Selain peristiwa panic buying, muncul kecemasan dan kekhawatiran yang cukup besar dari masyarakat terhadap pandemi ini. Karena resiko kematian yang cukup besar serta penularan yang sangat cepat menimbulkan beban pikiran pada masyarakat. Sebagian besar masyarakat mengeluh mengalami tanda-tanda atau gejala penyakit Covid-19, namun mereka takut untuk memeriksakan diri kepada petugas kesehatan. Munculnya pikiran negatif pada tubuh semakin memperburuk kondisi kesehatan seseorang.

Di tengah wabah Covid-19 ini, menjaga dan meningkatkan imun menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh masyarakat. Karena dengan hal ini dapat mencegah tubuh kita terinfeksi virus dan mempercepat pemulihan seandainya kita telah terinfeksi.

Beberapa cara untuk menjaga dan meningkatkan imun tubuh kita dapat diterapkan dalam gaya hidup, terutama saat menjalani kegiatan yang mengharuskan beraktivitas di rumah. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, olahraga ringan, istirahat yang cukup, kualitas tidur yang baik, mampu mengelola stress, serta menerapkan perilaku yang sehat dan bersih.

Namun, terdapat beberapa hal yang tidak terduga yang membuat imun tubuh seseorang semakin melemah. Salah satunya yaitu tidak bergerak dan jarang berolahraga.

Melakukan aktivitas di rumah membatasi gerak-gerik manusia yang akhirnya membuat kita malas bergerak. Selain itu faktor yang mempengaruhi turunnya imunitas tubuh adalah stres.

Saat ini mahasiswa dan pelajar diwajibkan untuk belajar di rumah. Adanya pembelajaran jarak jauh atau kelas daring nyatanya tidak sepenuhnya memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan pelajar.

Mahasiswa dan pelajar banyak yang mengeluh karena dibebankan dengan tugas yang cukup banyak diberikan oleh guru/dosen. Pemberian tugas ini sebenarnya menjadi jalan alternatif agar mahasiswa dan pelajar mampu untuk memahami materi dan mengisi waktu selama belajar di rumah.

Namun pemberian tugas ini dianggap menjadi beban pikiran bagi mahasiswa dan pelajar karena tugas diberikan secara terus menerus. Faktor lain yang mempengaruhi turunnya imunitas tubuh adalah munculnya perasaan cemas, takut, dan khawatir yang muncul akibat pandemi Covid-19 ini.

Melemahnya imun tubuh seseorang muncul dari respons yang diberikan otak kepada tubuh kita. Di tengah penyebaran virus Corona ini, muncul berita-berita yang menginformasikan tentang berbagai hal terkait Covid-19.

Tidak sedikit juga hoaks menyebar di masyarakat yang menimbulkan kepanikan. Perasaan panik dan cemas ini akan membuat imun tubuh seseorang menurun yang menimbulkan munculnya gejala fisik dari tubuh dan rentan terinfeksi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk kembali meningkatkan imun tubuh seseorang, salah satunya yaitu dengan melakukan Self-Healing.

Defenisi Self-Healing menurut ilmu psikologi adalah sebuah proses yang membantu menyembuhkan luka batin dengan kekuatan batin sendiri secara penuh untuk beranjak dari penderitaan, tanpa bantuan orang lain dan media apapun. (Ersyafiani, 2018).

Self-Healing yang dimaksud dalam konteks ini adalah bagaimana cara kita untuk memperbaiki pikiran kita yang sebelumnya dipenuhi dengan perasaan cemas, takut, dan stres akibat Covid-19 menjadi pikiran yang tenang dan dipenuhi dengan aura positif.

Self-Healing merupakan salah satu cara efektif yang dapat membuat imun tubuh  seseorang meningkat saat terjadinya wabah Covid-19 ini. Bahkan dampaknya sudah banyak dirasakan oleh masyarakat dan mampu meningkatkan imun tubuh bagi masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

Dikutip dari akun Instagram @kampoonghening bahwa :

222
Postingan akun Instagram @kampoonghening tentang penerapan metode self healing untuk mencegah Covid-19 agar tidak menyerang tubuh. (@kampoonghening)

“Kondisi fisik kita ternyata juga dipengaruhi oleh kesehatan mental. Di saat kita mengalami perasaan negatif seperti stres, marah, takut atau sedih, secara otomatis akan mempengaruhi tubuh kita.

Perasaan negatif yang timbul akan membuat tekanan darah dan detak jantung tidak normal serta sistem kekebalan tubuh kita melemah. Dalam jangka panjang tentu membuat tubuh kita menjadi lebih mudah terserang berbagai macam penyakit”. (Kampoonghening, 2020, web 25 Maret 2020)

Cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan merilekskan pikiran, melakukan kontemplasi, serta meningkatkan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menurunkan ketegangan yang kita rasakan.

Dengan begitu pikiran negatif yang ada perlahan akan hilang sehingga pikiran dan suasana hati menjadi tenang yang akan meningkatkan imunitas tubuh kita.

Selain membuat pikiran menjadi tenang, kita juga diharuskan untuk melakukan beberapa upaya agar metode Self-Healing ini berhasil. Upaya yang dapat dilakukan di antaranya dengan melakukan aktivitas yang positif selama di rumah.

Jangan lupa untuk berolahraga dan berjemur di pagi hari agar kesehatan fisik kita tetap terjaga. Upaya selanjutnya yaitu perbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Serta upaya lainnya yaitu istirahat yang cukup dan miliki kualitas tidur yang baik agar imun di tubih kita semakin meningkat dan membuat tubuh kita menjadi lebih kebal terhadap penyakit.

***

Ahliya Nazra, Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Jurusan Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers