web analytics
  

Dijamin Empuk, Intip Trik Masak Daging dengan Metode 5-30-7

Jumat, 15 Mei 2020 11:05 WIB
Gaya Hidup - Kuliner, Dijamin Empuk, Intip Trik Masak Daging dengan Metode 5-30-7, Tips masak, memasak daging, resep masakan

Ilustrasi daging sapi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Saat Lebaran, masakan berbahan dasar daging pasti akan memenuhi meja makan, entah itu opor ayam, rendang, atau pun semur.

Jika Anda berencana memasak 3 menu itu saat Lebaran pasti sudah terbayangkan akan menghabiskan gas. Mungkin Anda bisa coba teknik memasak 5-30-7 yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Teknik itu bisa digunakan untuk memasak daging sapi atau pun ayam bahkan juga ketupat. Caranya dengan didihkan daging atau bahan makanan selama lima menit, kemudian matikan api dan diamkan selama 30 menit. Setelah itu masak kembali dengan air yang sama selama 7 menit.

Cara itu ternyata juga sering dilakukan para koki saat memasak. Chef Chandra Yudasswara mengatakan, dalam bidang masak teknik itu dinamakan simmering.

AYO BACA : Bagaimana Hukum Makan Daging Babi karena Tak Tahu?

"Itu sih sudah biasa kita lakukan sebetulnya. Karena tanpa disadari kita chef sering melakukan itu. Itu namanya simmering, menggunakan api sangat kecil sekali gak boleh ketemu titik didih," kata Chandra saat dihubungi Suara.com, Kamis (14/5/2020).

Meski begitu, ada beberapa faktor yang bisa membuat daging matang sempurna dengan dimasak teknik itu. Salah satunya yang paling berpengaruh, kata Chandra, kuantitas dan ukuran daging yang dimasak.

Semakin sedikit daging yang dimasak dan dipotong dengan ukuran tipis tentu akan lebih mudah menggunakan metode 5-30-7. Selain itu massa air yang digunakan juga akan berpengaruh.

"Misal satu ayam utuh dimasukan ke dalam 50 liter air mendidih. Massa air itu akan terus panas sampai ayamnya matang. Jadi itu ditentukan jumlah massa air mediatornya. Kalau volume air besar 50 liter dimasak mendidih 5 menit. Terus didiemin 30 menit mateng itu ayamnya pasti. Apalagi ditambah 7 menit lagi. Pasti matang," tuturnya.

AYO BACA : Ini Perbedaan Daging Sapi, Babi, dan Celeng

Akan berbeda jika ayam tersebut dimasak dengan ukuran air dua liter. Ayam tidak akan matang hanya dengan metode 5-30-7. Karena air tidak cukup banyak punya energi panas untuk mematangkan daging tersebut. Selain itu proses penetrasi ke dalam daging akan lebih lama.

"Jadi tergantung alat, massa air, dan tergantung beban bahan," katanya.

Metode itu sudah tentu akan lebih menghemat gas sebab waktu memasak yang lebih sedikit. Meski dimasak dalam waktu lebih singkat, menurut Chandra, cara itu tetap mampu membunuh bakteri pada daging.

Ia meyakini bahwa setiap daging pasti terdapat bakteri. Namun mikroorganisme itu biasanya hanya akan ada dilapisan luar daging yang masih segar. Butuh jutaan bakteri untuk bisa masuk ke dalam jaringan dan merusak kualitas daging.

"Apa pun bakteri sifatnya akan langsung mati begitu kena titik didih. Makanya ada metode lima menit didihkan dulu. Itu benar. Fungsinya untuk mendidihkan dulu, di-drop dulu. Itu gak akan efek lagi karena bakteri udah di-cut di awal proses. Sisanya melunakan jaringan daging supaya lebih empuk. Makanya itu aman menurut saya," tuturnya.

Selain bisa menghemat gas, menurut Chandra, teknik memasak perlahan dengan metode 5-30-7 juga bagus untuk mempertahankan kandungan protein tetap utuh di dalam daging.

 

AYO BACA : Daging Merah Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Segera Kurangi!

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers