web analytics
  

3 Level Penyebaran Hoaks, Paling Berbahaya Lewat Grup WhatsApp

Jumat, 15 Mei 2020 10:28 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Hoaks virus corona paling banyak dan berbahaya melalui grup WhatsApp. (Pixabay)

Level penyebaran hoaks melalui Grup WhatsApp dianggap menjadi yang paling berbahaya

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Selain penyebaran corona penyebab Covid-19, ada hal lain yang mesti diperhatikan, yakni penyebaran hoaks terkait pandemi tersebut, terutama melalui grup WhatsApp.

"Berbahaya justru media tertutup seperti WA grup. Ini kan selama kita di rumah, isengnya kan WA grup," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Prof Widodo Muktiyo dalam siaran langsung pada kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (13/5/2020).

Widodo menjelaskan, ada 3 level penyebaran berita bohong di masyarakat. Level pertama terjadi melalui jaringan internet secara luas. Level kedua melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Level ketiga melalui jaringan grup WhatsApp dan dianggap menjadi yang paling berbahaya.

AYO BACA: Mayat Korban Virus Corona Penuhi Jalanan Wuhan Cina?

AYO BACA: Thailand Pakai Ganja untuk Sembuhkan Pasien Corona?

AYO BACA: Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Corona Covid-19?

"Informasi sekarang sudah era medsos. Bisa memproduksi sendiri, menyebar sendiri, tidak ada izin. Hanya nanti memang kita punya dalam UU ITE kalau menyalahi aturan maka ada sanksinya," kata Widodo.

Dia menyampaikan, sampai hari ini ada 103 kasus penyalahgunaan internet di media sosial yang bermasalah hukum. Sementara terkait penyebaran berita bohong terkait Covid-19 tercatat 686 per hari ini.

"Artinya memang tidak serta merta mengonsumsi informasi. Ada oknum masyarakat yang sengaja membuat informasi jadi gaduh," ucapnya.

Terkait penyebaran hoaks di media sosial, Widodo menjelaskan bahwa jika terbukti ada pelanggaran, pemilik akun bisa ditangkap oleh pihak keamanan. Jika tidak, tindakan yang diambil dengan takedown akun penyebar informasi palsu tersebut.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/nAypkP2uC6U" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA: Empat Alasan Istri Selingkuh

AYO BACA: Alasan Ilmiah Mengapa Pria Gemar Selingkuh

AYO BACA: Survei: Profesi yang Cenderung Mudah Berselingkuh

"Masyarakat jangan sampai menelan semua informasi. Informasikan ibarat makanan. Kalau makanan dan pikiran terlalu macam-macam, sampai gak ngerti benar atau salahnya. Pada saat isu melebar ke ekonomi, sosial, bantuan sosial akan memudahkan persepsi keliru dan merugikan kita sebagai bangsa," tuturnya.

Cara mencegah Penyebaran Hoaks di WhatsApp

1. Kenali berita palsu

Perhatikan tanda-tanda yang dapat membantu pengguna memutuskan apakah informasi itu palsu. Misalnya, pesan yang diteruskan tanpa sumber atau tanpa bukti. Foto, video, bahkan rekaman suara dapat direkayasa untuk menyesatkan pengguna.

2. Pertimbangkan kembali sebelum membagikan pesan yang diteruskan

Pesan dengan label "Diteruskan" atau Forwarded membantu pengguna untuk mengetahui apakah pesan tersebut ditulis oleh teman atau kerabat, atau apakah pesan tersebut sebenarnya berasal dari orang lain.

Ketika pesan diteruskan dari satu pengguna ke pengguna lain lebih dari lima kali, pesan ini akan ditandai dengan ikon ‘panah ganda’ untuk menunjukkan bahwa pesan tergolong ‘Banyak Diteruskan’ (Highly Forwarded), dan mungkin berpotensi mengandung informasi yang keliru.

AYO BACA: 2 Jenis Perselingkuhan versi Dr Boyke

AYO BACA: Istri Punya 8 Selingkuhan, Suami Nekat Lakukan Hal ini

AYO BACA: Suami Wanita Ini Selingkuh dengan Bridesmaid Sehari Sebelum Nikah

3. Bantu hentikan penyebaran

Jika pengguna menyadari bahwa sebuah informasi tidak terlihat benar atau membuat klaim medis tidak resmi, tanyakan kepada pengirim apakah mereka dapat memverifikasi informasi tersebut. Jangan teruskan pesan hanya karena orang lain meminta pengguna untuk melakukannya, meskipun orang tersebut merupakan teman pengguna.

4. Verifikasi dengan sumber lain

Cari faktanya secara online dan periksa situs yang dapat dipercaya seperti WHO, kementerian kesehatan, atau situs berita terpercaya untuk mengetahui dari mana tautan berita atau artikel itu berasal.

5. Laporkan pesan atau akun pengguna yang terbukti membagikan informasi tidak akurat

WhatsApp mendorong pengguna agar melaporkan konten, kontak, grup yang bermasalah. Pengguna dapat melaporkan segala informasi dalam aplikasi WhatsApp dengan mengakses Pengaturan atau Setelan > Bantuan > Hubungi Kami.

AYO BACA: Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Jangan Taruh Makanan dan Ponsel di Bagasi Motor!

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers