web analytics
  

Sempat Bikin Heboh, Pasien Reaktif Covid-19 di Bekasi Akhirnya Jalani Tes PCR di Rumah

Kamis, 14 Mei 2020 14:35 WIB Firda Puri Agustine

Ilustrasi (republika/Reuters)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kesehatan Kota Bekasi sudah melakukan pengambilan sampel lendir melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) pasien reaktif Covid-19 yang sempat menghebohkan Puskesmas Pejuang, Rabu (13/5/2020) kemarin.

Hal itu dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati kepada Ayobekasi.net, Kamis (14/5/2020).

AYO BACA : Warga Kuningan Positif Covid-19, Diduga Tertular Perawat dari Bekasi

“Hari itu juga, tepatnya tadi malam saya sudah minta petugas untuk langsung melakukan tes di rumahnya,” kata dia.

Diketahui, seorang pria berusia 50 tahun membuat geger Puskesmas Pejuang, Medan Satria. Dia merupakan pasien gagal ginjal yang mendapat rujukan dari RS Bella, Bekasi Timur untuk dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) lantaran hasil rapid test Covid-nya reaktif.

AYO BACA : KPw BI Jabar Siapkan Uang Tunai Rp21,66 Triliun untuk Idulfitri 2020

Kedatangannya sontak membuat panik seisi puskesmas tersebut karena disamping tidak mengenakan masker, juga duduk berdekatan dengan pasien lain.

Tanti sendiri menyayangkan tindakan yang dilakukan RS Bella karena melepaskan pasien begitu saja dan sangat berisiko menyebarkan virus Covid-19 kepada banyak orang.

“Pihak mereka (RS Bella) seharusnya bisa menghubungi kami terlebih dulu untuk kami bisa ambil tes PCR,” ujarnya.

Adapun manajemen RS Bella siang ini diminta datang ke Dinkes Kota Bekasi untuk memberi penjelasan terkait peristiwa itu. Namun, belum diketahui kesimpulannya lantaran rapat masih berlangsung.

AYO BACA : Permintaan Uang di Jabar Diprakirakan Meningkat 9,6% Sepanjang Ramadan

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers