web analytics
  

PHK Karena Corona, Keluarga di Bandung Rintis Salon Keliling

Kamis, 14 Mei 2020 14:25 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, PHK Karena Corona, Keluarga di Bandung Rintis Salon Keliling, virus corona, virus corona cina, virus di cina, penyakit menular di cina, bandara husein sastranegara, Wuhan, corona di indonesia

Budiman (40) memotong rambut pelanggan jasa salon keliling yang dirintis keponakannya, Rabu (13/5/2020). Budiman merupakan pegawai salon di Kota Cimahi yang mengalami PHK akibat Covid-19. (Ayobandung.com/Nur Khansa)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Budiman (40) adalah salah satu warga Kota Bandung yang kehilangan pemasukan karena pandemi Covid-19. Sudah dua bulan pria yang berdomisili di bilangan Sukajadi tersebut hidup bersama tiga anaknya tanpa pemasukan sama sekali.

Budiman dan 10 rekannya diberhentikan dari salon tempatnya bekerja di Cimahi. Hal tersebut membuatnya harus memutar otak, mengingat beban ongkos rumah tangga hingga hutang mau tidak mau tetap harus ditanggung.

Kabar kondisi Budiman kemudian sampai pada keponakannya, Margareth Clementine (24). Mahasiswi Universitas Padjajaran tersebut merasa perlu melakukan sesuatu untuk membantu sang paman, terlebih kabar pahit dampak Covid-19 juga dirasakan sejumlah orang terdekatnya.

"Om saya anaknya 3 orang, ya harus berjuang setelah kena Covid-19. Pacar saya juga termasuk yang kena dampak, mulai bulan depan gajinya dipotong separuh. Jadi iba karena keluarga dan orang terdekat kena dampak sampai seperti ini," ungkapnya pada Ayobandung.com, Rabu (13/5/2020) malam.

Dari sanalah Margareth berpikir untuk membuka jasa salon keliling, merujuk pada keahlian sang paman yang telah lebih dari 20 tahun bekerja di bidang salon dan tata rias. Ide tersebut juga tercetus karena dirinya melihat meningkatnya kebutuhan potong rambut di tengah tutupnya salon dan barbershop.

"Apalagi cowok yang rambutnya harus rutin dipotong. Di media sosial juga sempat tren ngebotakin rambut dan belajar potong rambut sendiri karena semua salon tutup," ungkapnya.

AYO BACA : PSBB Bodebek Diperpanjang Hingga 26 Mei, Ridwan Kamil Keluarkan Aturan Baru

"Sepertinya orang-orang butuh jasa potong rambut profesional yang bisa datang ke rumah," tambahnya.

Margareth kemudian membuka jasa yang dinamainya "Cutrantina" pada 29 April lalu. Jasa salon keliling tersebut menerima permintaan potong rambut, pengecatan rambut, hingga make-up yang bisa didiskusikan dengan calon pelanggan.

Dia memasarkan jasanya tersebut lewat media sosial Instagram dan Twitter. Selama dua minggu beroperasi, Cutrantina telah melayani sekitar 10 pelanggan di Kota Bandung dan Cimahi.

Sejauh ini, seluruh permintaan pelanggan akan dilayani oleh Budiman. Pelanggan dapat memilih jam kedatangan Cutrantina sesuai dengan jadwal yang telah tersedia.

"Untuk pegawai memang kesulitanya mencari yang bisa bawa motor. Sejauh ini baru om saya yang aktif di Cutrantina. Sampai sekarang saya dan om masih berusaha ngajakin pegawai salon lainnya yang kena PHK juga," ungkapnya.

Margareth mengatakan, hingga saat ini usaha yang dirintisnya telah menghasilkan pemasukan hingga lebih dari Rp1.000.000. Rencananya, sebanyak 80% pemasukan diserahkan pada pegawai sementara 20% sisanya digunakan untuk biaya promosi dan operasional lainnya.

AYO BACA : Jabar Waspada Covid-19 Gelombang Kedua

Tarifnya terbilang tidak jauh berbeda dari standar salon dan barbershop modern, yakni di kisaran Rp65.000-Rp70.000. Dia juga menerapkan standar protokol kesehatan selama proses pelayanan, seperti penggunaan masker, sarung tangan hingga pemilihan area layanan yang harus dilakukan di ruangan terbuka.

Mayoritas pelanggan yang memesan jasa Cutrantina rata-rata meminta pangkas rambut.

"Ada juga sih yang minta rambutnya dicat, untuk itu bisa diobrolin dulu. Sejauh ini kita hanya melayani konsumen di Bandung dan Cimahi," jelasnya.

Budiman sendiri merasa cukup terbantu oleh inisiatif sang keponakan. Selama dua minggu belakangan, dia kembali memiliki penghasilan meskipun terbilang jauh lebih kecil dibanding sebelumnya.

"Ya lumayan, udah bersyukur banget daripada tidak ada pemasukan sama sekali. Istilahnya dapur saya kembali ngebul," ungkapnya ketika ditemui saat melayani pelanggannya di bilangan Dago.

Margareth berharap, setelah Covid-19 usai, bisnisnya tersebut dapat terus langgeng. Hal ini diamini oleh Budiman yang menilai bekerja freelance terasa lebih ringan dan membuatnya lebih leluasa mengurus rumah tangga.

"Sebenarnya enak juga kerja lepas begini, saya kan mengurus anak tiga sendirian. Jadi bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga," ungkap Budiman.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/7wYLTN7D8fw" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Mengintip Keberadaan 'Kampung Pengemis' di Kota Bandung

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

BMKG: Hujan Diprakirakan Guyur Bandung 9 Maret 2021

Bandung Selasa, 9 Maret 2021 | 06:30 WIB

BMKG: Hujan Diprakirakan Guyur Bandung Hari Ini

Bandung Raya - Bandung, BMKG: Hujan Diprakirakan Guyur Bandung 9 Maret 2021, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung

Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 9 Maret 2021

Bandung Selasa, 9 Maret 2021 | 05:45 WIB

Mobil SIM keliling pertama ada di BTC Fashion Mall, Jalan dr Djunjunan Pasteur. Sedangkan mobil SIM keliling kedua berad...

Bandung Raya - Bandung, Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 9 Maret 2021, SIM Bandung,perpanjangan sim bandung,Syarat permohonan SIM Bandung,Cara Buat SIM Bandung,SIM Keliling Bandung,Satpas SIM Kota Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,SIM Online Polrestabes Bandung,SIM Online Keliling Bandung,Lokasi SIM online Bandung

Jadwal Imsak dan Salat Bandung 9 Maret 2021

Bandung Selasa, 9 Maret 2021 | 03:55 WIB

Jadwal Imsak dan Salat Bandung 9 Maret 2021

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Imsak dan Salat Bandung 9 Maret 2021, Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,Waktu imsak Bandung

5.000 Lansia Kota Bandung Terima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Bandung Senin, 8 Maret 2021 | 20:43 WIB

Saat ini, vaksinasi Covid-19 tahap kedua masih berlangsung di Kota Bandung. Sasarannya meliputi lansia dan para pelayan...

Bandung Raya - Bandung, 5.000 Lansia Kota Bandung Terima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama, vaksinasi covid-19 lansia,Lansia Kota Bandung,Dinas Kesehatan Kota Bandung

Jabar Perbanyak Gedung dan Mobil Vaksin

Bandung Senin, 8 Maret 2021 | 20:29 WIB

Pemda Provinsi Jawa Barat akan memperbanyak gedung – gedung dan mobil vaksin guna mempercepat vaksinasi tahap kedua.

Bandung Raya - Bandung, Jabar Perbanyak Gedung dan Mobil Vaksin, Pemprov Jabar,Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Pohon Tumbang Rusak Atap Kantor BPN Jawa Barat 

Bandung Senin, 8 Maret 2021 | 20:22 WIB

Pohon setinggi sekitar 15 meter tumbang menimpa bagian depan atap bangunan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanaha...

Bandung Raya - Bandung, Pohon Tumbang Rusak Atap Kantor BPN Jawa Barat , Pohon Tumbang di Bandung,Pohon Tumbang Kantor BNP Jabar,Diskar PB Kota Bandung

Kodam III/Siliwangi Serah Terima Jabatan Danrindam

Bandung Senin, 8 Maret 2021 | 20:01 WIB

Kodam III/Siliwangi menggelar acara tradisi penerimaan dan pelepasan Perwira, Sertijab Danrindam, Asintel Kasdam III/Sil...

Bandung Raya - Bandung, Kodam III/Siliwangi Serah Terima Jabatan Danrindam, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto,Serah Terima Jabatan Danrindam,Kodam III/Siliwangi

Dinkes: Varian Baru Corona Belum Masuk Kota Bandung

Bandung Senin, 8 Maret 2021 | 18:44 WIB

Belakangan, kabar kemunculan varian virus Corona B117 di Karawang sempat membuat panik warga. Mutasi virus corona terseb...

Bandung Raya - Bandung, Dinkes: Varian Baru Corona Belum Masuk Kota Bandung, Varian Baru Corona,Dinkes Kota Bandung,virus corona B117,Pemkot Bandung

artikel terkait

dewanpers