web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cegah Corona, BI Jabar Imbau Masyarakat Beralih ke Transaksi Nontunai

Kamis, 14 Mei 2020 12:03 WIB Fira Nursyabani

Ilustrasi transaksi nontunai. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (KPw BI Jabar) mengimbau masyarakat untuk lebih banyak melakukan transaksi nontunai. Transaksi bisa dilakukan dengan uang elektronik atau kartu kredit.

Imbauan tersebut mengacu pada cukup tingginya angka kasus Covid-19 di Indonesia. Penyebaran virus corona dengan transaksi uang tunai dinilai lebih rentan terjadi.

"Uang tunai adalah salah satu media yang memungkinkan untuk menyebarkan corona," ujar Kepala KPw BI Jabar Herawanto dalam video conference, Kamis (14/5/2020).

Meski demikian, ia meminta masyarakat yang menggunakan transaksi nontunai untuk tetap menerapkan physical distancing. Dengan demikian, transaksi keuangan bisa dilakukan dengan aman.

ayobdg-penukaran-uang-baru-kavin-faza-4

Ilustrasi uang kertas. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

AYO BACA : Layanan Penukaran Uang Keliling BI Jabar Ditiadakan Tahun Ini

Beberapa negara, seperti Iran, diketahui telah membatasi penggunaan uang kertas untuk mencegah penyebaran virus corona.

Para ahli kesehatan percaya SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit Covid-19 dapat ditularkan melalui permukaan, termasuk uang kertas, terutama yang telah dipegang oleh orang yang terinfeksi.

"Keyakinannya adalah bahwa virus ini dapat bertahan di permukaan dalam keadaan aktif sepenuhnya selama setidaknya 10 hari. Itu termasuk uang tunai dan semua jenis permukaan lain yang biasa disentuh orang," jelas Dr. Sanjay Maggirwar, kepala George Washington University School of Medicine kepada CBS News.

Virus ini umumnya ditularkan melalui tetesan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bersentuhan dengan orang lain.

Para ahli mengatakan, kebijakan yang diambil beberapa negara dalam pengelolaan uang cukup masuk akal mengingat jenis virus corona lain seperti SARS dan MERS dapat ditularkan melalui permukaan benda padat.

"Sebuah hal praktik kebersihan yang baik untuk mencuci tangan setelah memegang uang, terutama jika akan makan atau menyiapkan makanan," tulis WHO dalam sebuah pernyataan.

AYO BACA : Bahaya Covid-19, Warga Diimbau Tak Tukarkan Uang ke 'Inang-inang'

Kendati demikian, WHO juga menekankan bahwa mereka tidak menyatakan uang tunai dapat mentransmisikan virus corona.

Hal yang perlu diingat adalah Covid-19 tidak menyebar dengan cara menembus kulit di tangan, kata Michael Knight, asisten profesor kedokteran di George Washington School of Medicine and Health Sciences.

"Terinfeksi virus corona, atau virus pernapasan lainya seperti influenza, di tangan hanya akan mengarah pada infeksi ketika ditransfer dari tangan ke bagian seperti mulut, hidung, atau mata," katanya, dikutip CNBC.

Selain itu, jika seseorang tetap melakukan pembayaran tanpa kontak tetapi tidak mencuci tangan setelah menyentuh ponsel, kartu kredit, atau mesin pembayaran, orang tersebut masih rentan terhadap infeksi.

Oleh karenanya, Knight mengingatkan langkah terbaik untuk mencegah penyebaran adalah dengan mencuci tangan, seperti yang disarankan WHO.

"Jika pekerjaan mengharuskan Anda menangani uang (atau permukaan lain yang berpotensi terkontaminasi), penting untuk rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah Anda," ungkapnya.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/_qli0FOR20I" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : KPw BI Jabar Siapkan Uang Tunai Rp21,66 Triliun untuk Idulfitri 2020

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers