web analytics
  

PKS Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2020 10:12 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bisnis - Finansial, PKS Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, bpjs kesehatan,kenaikan bpjs kesehatan,iuran bpjs naik,pks, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto

Logo BPJS Kesehatan.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto mengecam kebijakan Pemerintah yang kembali menaikan iuran BPJS.

Menurutnya, kenaikan iuran BPJS itu tidak tepat dan akan memberatkan hidup rakyat yang sekarang sedang dilanda pandemi Covid-19. 

Untuk itu Mulyanto minta Pemerintah membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 64/2020 yang menjadi dasar hukum kenaikan iuran. Perpres yang dikeluarkan 6 Mei 2020 ini dianggap tidak sesuai dengan amar putusan Mahkamah Agung No.7P/HUM/2020 yang membatalkan kebijakan kenaikan iuran BPJS sebelumnya.

"Secara hukum perpres ini jelas bermasalah. Kedudukan perpres ini tumpang tindih dengan Perpres No 75 tahun 2019 yang masih berlaku," ujarnya, Kamis (14/5/2020). 

Putusan MA No. 7P/HUM/2020 hanya membatalkan pasal 34, ayat 1 dan 2 karena bertentangan dengan peraturan di atasnya yaitu Pasal 2, Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Pasal 2, Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sementara pasal lain masih berlaku.

"Jadi kalau sekarang pemerintah mengeluarkan perpres baru yang isinya mengatur hal yang sama maka seolah ada tumpang tindih aturan hukum. Seharusnya pemerintah mengeluarkan perpres sesuai putusan MA saja. Bukan membuat aturan baru yang membuat rakyat resah," tegas Mulyanto.

Mulyanto menambahkan, di tengah masa darurat pandemi Covid-19 dan di saat kaum muslimin ingin khusuk mengoptimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Pemerintah semestinya peka dan peduli dengan kondisi ekonomi masyarakat. 

Pemerintah sepatutnya tahu saat ini sebagian masyarakat sedang kesulitan, usaha banyak yang tidak jalan, gelombang PHK mulai terjadi dan biaya kebutuhan hidup meningkat. Jadi jangan ditambah berat dengan menaikan iuran BPJS.

"Setop wacana kenaikan BPJS. Di mana nurani Pemerintah terhadap rakyatnya yang sedang menderita?" tanya Mulyanto.

Sekretaris Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS ini minta Pemerintah mau melihat dan mendengar permintaan rakyat. Di tengah pembagian bansos yang tidak jelas dan tidak merata, lebih baik Pemerintah meningkatkan empati kepada rakyat. Jangan malah membuat kekecewaan mereka semakin dalam.

"Mari fokus pada penanganan Covid-19 dan membantu meringankan beban rakyat, bukan malah mengintimidasi mereka dengan rencana kenaikan iuran BPJS," tandas Mulyanto.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers