web analytics
  

Orang Tua Tidak Boleh Marah di Depan Anak

Kamis, 14 Mei 2020 03:38 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Orang Tua Tidak Boleh Marah di Depan Anak, pagi sehat, pagi bahagia, keluarga bahagia, keluarga sehat, pola asuh anak, mengasuh anak, ibu karier, kelekatan anak dan orang tua, kerja di rumah

Ilustrasi (pxhere)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Psikolog dari Biro Psikologi Metafora Purwokerto Ketty Murtini meminta orang tua agar tidak marah di depan anak. Pasalnya, perkataan atau omongan kurang baik yang mungkin keluar dalam keadaan marah dapat terekam dan membekas dalam ingatan anak.

Saat marah dikhawatirkan dapat keluar kata-kata atau omongan yang bisa menyakitkan dan membekas di ingatan anak, katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu (13/5).

Orang tua sebaiknya menyingkir dulu saat sedang emosi atau sedang marah, jangan marah di depan anak karena dikhawatirkan dapat terekam di ingatan anak, ia menambahkan.

Jika tidak sempat menyingkir dari anak, ia melanjutkan, orang tua bisa segera menarik nafas panjang dan berdoa dalam hati agar emosi segera reda. Setelah emosi reda, orang tua bisa melanjutkan berbicara dengan anak.

Meskipun pada kasus tertentu emosi orang tua dipicu oleh kesalahan anak dan anak harus tahu bahwa apa yang dilakukan itu salah, namun caranya tidak dengan meluapkan emosi di depan anak, katanya.

Menurut dia, orang tua bisa menunjukkan ekspresi wajah marah, merengut, atau mengangkat telunjuk di depan anak agar anak tahu bahwa orang tua sedang marah. Mekanisme seperti itu bisa diterapkan agar anak mengetahui bahwa orang tuanya sedang marah asalkan jangan menggunakan kata-kata yang berpotensi menyakitkan, katanya.

Orang tua, ia mengatakan, bisa mengatur cara memarahi anak agar tidak sampai melukai hati anak. Bukan berarti orang tua tidak boleh marah, tapi usahakan orang tua bisa mengatur cara marahnya karena jika orang tua sering marah di hadapan anak dikhawatirkan anak akan meniru perilaku marah itu. Pada masa yang akan datang bisa saja anak akan marah ke orang tua dengan cara yang sama seperti yang dilakukan orang tuanya dulu, katanya.

Kalau terlanjur marah di hadapan anak, ia mengatakan, orang tua bisa segera memberikan penjelasan kepada anak. Misalkan orang tua terlanjur marah depan anak maka setelah emosi reda usahakan beri klarifikasi ke anak alasan kenapa orang tua marah hingga anak bisa benar-benar mengerti dan tentunya dilakukan dengan kondisi dan cara yang menyenangkan, katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers